Saksi Bisu Kotoran Sapi, Rehab Rekon 3 Sd Di Petobo Mangkrak. BP2W Sulteng Terkesan Tutup Mata

0
198

RadarNasional-Palu-Sungguh memprihatinkan keberadaan proyek pembangunan rehabilitasi Dan rekontruksi Sekolah SDN 1 Petobo, SDN 2 Petobo Dan SDN Inpres Petobo Oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah

Berlokasi di Kelurahan Petobo Kecamatan Palu selatan Kota Palu  hingga kini tindak lanjut Penyelesaian atau kepastiannya kelarnya Proyek ini masih simpang siur alias belum jelas Dan di pastikan Mangkrak.

Pasalnya proses pembangunannya yang menghabiskan dana Bank Dunia RP 37.413.102.000,-miliaran tersebut Carut marut akibatnya diduga adanya main mata diproyek ini.Sementara hasil investigasi kondisi fisik bangunan sendiri sendiri mulai rusak disana-sini Dan menjadi tempat peristirahat Sapi terlihat dengan banyaknya kotoran Tinja Sapi diluar maupun di dalam bangunan

Pantauan di lokasi, areal sekolah tersebut sejatinya sudah berdiri unit bangunan dengan berwarna merah putih. Hanya saja dari sejumlah bangunan yang ada, belum terlihat adanya kondisi yang sudah rampung begitu juga tidak Adanya terlihat para pekerja di lokasi Sementara beberapa bangunan lainnya kondisi ada yang baru setengah jadi dan mulai merusak .(31/03)

“Karena lama tidak pernah adanya kepastian Penyelesaian , maka beberapa sekolah tersebut kini mulai dipenuhi rumput liar dan sejumlah bagian bangunan sudah ada yang rusak yah mending digunakan tempat peristirahatan Sapi Sapi ” ujar salah seorang warga yang ditemui di lokasi.(31/03)

Bangunan sekolah dengan anggaran fantastis tersebut, jika dikelola dengan baik sangat representatif dalam menunjang dunia pendidikan di kawasan Petobo ini tentu saja harapan besar masyarakat sekitar terkait bangunan itu bisa segera dituntaskan dengan mekanisme yang baik hanyalah bualan semata siapa yang disalahkan???Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah atau Pelaku Jasa dalam hal ini PT Sentra Multikarya Infrastruktur  

 Sementara, PPK Balai Prasarana Permukiman II Wilayah Sulteng Rahman Dg Tinri saat dikonfrimasi memilih bungkam padahal chat Whastaap Sudah terbaca( 29/03) 

Begitu juga Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah Sahabuddin sudah cukup lama memilih memblokir no Whastaap akibat tidak mau di kritisi.

“Aparat Penegak Hukum diminta untuk segera mengusut dan memeriksa kontraktor dan konsultan pengawas serta konsultan perencanaan proyek pembangunan sekolah di Petobo ini jika adanya pelanggaran untuk segera ditindaki” ujar Abd Razak Praktisi Hukum( 31/03)

 

 

LEAVE A REPLY