Laporkan Kementrian PUPR, Dua Kali Puasa, 3 Sekolah Dasar Di Kawasan Petobo Kota Palu Tak kunjung Kelar

3
211

RadarNasional-Gencarnya sejumlah masyarakat mengkritisi terhadap kegiatan Rehab rekon Beberapa sekolah yang dibangun oleh Kementrian PUPR dikawasan Kota Palu yang tidak jelas penyelesainya.

Masyarakat pun dibuat bertanya-tanya bagaimanakah kinerja yang dilakukan oleh BALAI itu sendiri?!?? Dengan Anggaran yang digelontorkan RP 37.413.102.000,- Pihak PPK Dan Kepala Balai BPPW Sulawesi Tengah pun diam seribu bahasa dari mengunci mulut dan menutup akses rapat rapat sehingga berserah kepada Tuhan. 

Dibawah Pengawasan BALAI PRASARANA PERMUKIMAN WILAYAH SULAWESI TENGAH dikerjakan oleh PT.Sentral Multikarya Infrastructur terkesan acuh tak acuh terhadap mangkraknya Beberapa sekolah secara khusus 3 Sekolah Dasar di kawasan Petobo Kota Palu .

Jelas dalam rilis sebelumnya PPK BPPW Sul-Teng Rahman Dg Tinri yang bertanggung jawab proyek tersebut bungkam padahal tujuan media mengkonfirmasi itu sangat jelas sebagai sarana social kontrol biar publik tau sejauh mana pembangunan Sekolah yang dibangun oleh kementrian PUPR itu tdk jelas kapan penyelesaiannya. 

Untuk itu, KEMENTRIAN PUPR HARUS TEGAS UNTUK MENINDAK TEGAS BALAI PRASARANA PERMUKIMAN WILAYAH SULAWESI TENGAH melalui laporan yang ada.

Guna merespon laporan dari masyarakat KEMENTRIAN PUPR membuat acuan Untuk masyarakat sehingga bisa melakukan pengaduan baik langsung maupun melalui situs resmi di www.pengaduan.pu.go.id, email kompu.pp@gmail.com, aplikasi lapor.go.id.

Saran dan Pengaduan merupakan sarana yang disediakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan, pengaduan, keluhan, sumbangan pikiran, gagasan, serta saran yang bersifat membangun terkait infrastruktur bidang ke-PUPR-an.

Masukan dari masyarakat mencakup

3 KOMENTAR

  1. Kami selaku tukang
    Merasa sangat kecewa
    Sama proyek smi
    Tidak membayar upah pekerja sampai saat
    Kami terlantar
    Di mana kami harus menuntuk
    Hak kami selaku tukang

LEAVE A REPLY