‘Terlalu sering disalahkan, kambing hitam Jalan Nasional Desa Taende Tuntut Perbaikkan’.

0
223

Radarnasional-Morut-Ruas Jalan Nasional Kab Morowali Utara –  tepatnya di Desa Taende sejak 2 tahun terakhir.Pantauan Wartawan Radarnasional di lokasi, kondisi sangat memprihatinkan sisi jalan ambles membuat longsoran dari pembangunan gorong gorong yang terbengkalai di pertengahan jalan Kampung tersebut.

Kondisi hujan yang memperparah hingga memakan separuh badan jalan. Kondisi ini cukup membahayakan pengguna jalan yang melintas, sehingga dipasang tanda atau rambu peringatan.

Aparat Desa Taende ,IS , mengatakan kondisi jalan ambles sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu.

“Ini jalan utama sisi kanan dari Kabupaten Morowali mengalamai ambles, gorong-gorong atau saluran air di bawah jalan terlihat sangat memprihatinkan , kondisinya sudah memakan badan jalan ” ujar IS saat diwawancarai, Sabtu (6/8/2022).

Mengingat kondisi yang cukup membahayakan pengguna jalan, lanjut IS,  agar menjadi perhatian dari Balai Pembangunan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah melalui PJN III itu sendiri , maka semestinya harus menjadi prioritas karena anggaran setiap tahun selalu di kucurkan berjumlah puluhan milyard di ruas ini.

“Makanya selama ini kami diam bukan kami tidak perduli namun melihat kondisi ini semakin parah dan memakan badan jalan semestinya  harus ditangani secepatnya . Perlu di evaluasi bahwa aktivitas ruas ini sangat padat selain jalan utama warga sekitar,anak  sekolah dan tentunya menjadi akses utama ruas antara Provinsi dan Kabupaten .Jika jalan ini semakin lama ambelas dan terputus Warga mau melintas dimana”.tegasnya

Terkonfirmasi Satjer PJN III Dian Maulana Memberikan tanggapan melalui via WhatsApp “Sudah Komunikasi dengan PPKnya?. Tanyanya.(5/8/2022)

“Iya, titik ini dan beberapa titik lainnya sudah diprogramkan dan akan ditangani permanen di tahun depan (2023), untuk saat ini hanya holding agar jalan tetap fungsional”.Jelasnya

Sebelumnya Pada tahun 2019 anggaran preservasi jalan sepanjang ribuan kilometer dengan anggaran mencapai ratusan miliar dari total separuh anggaran yang dikelolah Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah mencapai satu triliun untuk penanganan ruas jalan di provinsi Sulawesi Tengah sepanjang 2.181.945 kilometer.

Preservasi tersebut berupa pemeliharaan rutin jalan, rekonstruksi saluran, pemeliharaan jembatan dan pelebaran jalan menuju standar. Salah satu kegiatan preservasi dilakukan pada ruas jalan Tomata – Beteleme sepanjang 4 km yang merupakan Jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Tengah dengan Sulawesi Tenggara (Kendari).

Preservasi dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Pekerjaan dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp 49,31 miliar meliputi pengaspalan jalan sepanjang 4 kilometer yang dibagi menjadi dua segmen, Untuk segmen I penanganan dilakukan sepanjang 3 kilometer dan penanganan segemen II sepanjang I kilometer. Rekonstruksi saluran, penanganan longsoran, dan pemeliharaan rutin jembatan. Konstruksi itu dilakukan oleh kontraktor swasta PT. Jaya Bersama Makmur (JBM).

 

[yotuwp type="videos" id="jmZnAc_593w" ]

LEAVE A REPLY