DIDUGA TIDAK SESUAI SPEK, APH DI MINTA USUT PROYEK PEMASANGAN BRONJONG DI JEMBATAN BAHOYUNO KEC. BUNGKU BARAT

0
237

 

Foto: Lok. Bronjong jembatan Bahoyuno Kab. Morowali

RadarNasional,Morowali-Bronjong penahan hilir Sungai di Jembatan Bahuyuno Desa Wosu Kec.Bungku Barat Kabupaten Morowali terus disorot. Pasalnya, proyek ini masuk dalam program Preservasi yang menghabiskan anggaran Rp 49.130.936.000,- Dikerjakan PT.Mentawai Karyatama Sejati diduga dikerjakan Tidak sesuai mekanisme yang ada. Apalagi, Lokasi pembangunan Bronjong tersebut merupakan lokasi banjir yang hampir membuat Jembatan Bahoyuno Desa Wosu tersebut putus pada Tahun 2018 Silam.

Patut diduga, proyek yang dianggarkan melalui APBN melalui BALAI JALAN NASIONAL PROVINSI SULAWESI TENGAH (BPJN) Tahun 2020 diduga tidak sesuai spesifikasi, terutama pada material bronjong yang hanya menggunakan bongkahan batu bulat dan lapisan bawah mengunakan sisa bronjong komporan jelas terlihat dari foto tersebut .

Terkait hal tersebut, hendrawan , salah satu tokoh pemuda Kabupaten morowali mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut dugaan adanya penyimpangan pada proyek yang dikerjakan oleh PT.Mentawai Karyatama Sejati tersebut .

“Aparat Penegak Hukum (APH) harus bergerak untuk mengusut dugaan adanya penyimpangan. Karena ini sangat merugikan masyarakat Kabupaten Morowali ,” ujarnya yang dihubungi , Rabu (25/8/2021).

Menurut hendrawan proyek ini terkesan dikerjakan asal-asalan. Pasalnya, landasan Bronjong masih mengunakan bahan dari bronjong lama yang sempat rubuh akibat banjir terlihat dari lapisan bronjong masih mengunakan Bronjong lama koporan dan sudah miring nampak kualitas yang tidak sesuai mutu begitu juga batu yang di gunakan juga mengunakan batu bulat sangat jauh dari aturan .

Foto:Batu Bulat Bronjong Jembatan Bahoyuno Kab. Morowali

Kuat dugaan tambah Hendrawan , saat pemasangan bronjong tidak dilakukan penggalian koporan untuk tumpuan bronjong baru sehingga kemungkinan besar dengan debit air yang begitu besar akan mengalami kerusakan dan tidak menutup kemungkinan ambruk.

“Mestinya sudah bisa diprediksi seberapa besar banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut. Jika perencanaannya matang, bisa dipastikan akan di lakukan sesuai mekanisne yang Ada ,” katanya.

“Jika melihat kondisi di lapangan, sangat jelas diduga adanya indikasi proyek tersebut dikerjakan asal-asalan,kok mengunakan dasar Bronjong lama yang sudah compang camping” imbuhnya.

Karena itu Hendrawan meminta aparat Kejaksaan Negeri Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengusut dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan pembangunan bronjong tersebut .

“Sebaiknya aparat tidak tinggal diam, tapi harus turun lapangan juga untuk mendapatkan bukti-bukti konkrit yang merugikan negara dan daerah,” tegasnya.

Sebelumnya, PPK yang bertanggung jawab hal tersebut Job Turang berkelit saat dikonfirmasi mengatakan Proyek tersebut adalah pekerjaan yang kami lakukan akibat tidak di ijinkan pembongkaran seutuhnya oleh Pihak pemda PU Pengairan Provinsi Sulawesi Tengah .jadi kami cuma melanjutkan saja Dan menambah panjangnya kehulu tanpa membongkar lapisan bronjong semula (24/08/2021) .katanya

Selebihnya H.Anto selaku Dirut PT.Mentawai Karyatama Sejati bersama Anto GS Perusahaan tersebut,saat di konfrimasi Diam dan tidak memberikan statment serta memblokir no redaksi media RadarNasional(25/08/2021)

Sebelumnya PT.Mentawai Karyatama Sejati merupakan salah satu perusahaaan yang eksis mendapatkan proyek di lokasi yang sama Jelas pada Tahun 2019 PT. Mentawai Karyatama Sejati mengarap proyek preservasi Jalan Beteleme -Tompira-Kolonedale-Bahonsuai -Bungku dengan Anggaran Rp 24.119.061.000,-

The playlist identified with the request's playlistId parameter cannot be found.

LEAVE A REPLY