PT Pembangunan Perumahan (PP) Langgar Aturan. Statment Mantan Kepala BPPW Sulteng Diduga Hanya Bualan Semata

0

Radarnasional,Huru-hara Proyek , Kementrian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BP2W) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi penyebab rusaknya ruas Jalan perkotan Palu terkhusus di jalan mesjid raya,tanjung santigi dan sekitarnya diduga melanggar aturan.

Pengelola proyek pun diminta membongkar bagian rabat dan bahu jalan yang sudah dikerjakan tidak sesuai mekanisme yang seharusnya .

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pembangunan Perumahan (PP) Tbk ini melakukan proyek penggalian pemasangan pipa air bersih dengan membongkar rabat dan bahu jalan yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Palu.

Sejumlah kejanggalan nampak dalam pengerjaan proyek perbaikan kembali rabat dan bahu jalan didepan Mesjid Baiturrahim Lolu kota Palu.

Di antaranya, ketidaksesuaian bangunan di bagian yang sudah dikerjakan tidak sesuai dengan kedalaman dan tanpa mengunakan lapisan corr.

Kabid Binamarga PU Kota Palu Aris hamid terkonfirmasi “kemarin saya langsung kelokasi dan meminta penyedia jasa untuk membongkar kembali kondisi bahu jalan yang sudah terpasang karena tidak sesuai dengan mekanisme yang semestinya kedalaman galian harus 12 cm di cor dengan mengunakan lapisan plastik cor”ujarnya .27/02/2024.

Awalnya penyedia jasa mengerjakan proyek perpipaan air bersih tersebut sudah melakukan perbaikan bahu jalan yang dirusakinya terkhusus di depan mesjid Baiturahhim Lolu jl.mesjid raya Namun sayang sungguh malang alih alih ingin memperbaiki ke posisi semula namun yang terjadi pelaksanaannnya terkesan aburadul alias tidak sesuai mekanisme.

Dalam keterangan Mantan Kepala Balai BPPW Sulawesi Tengah sebelumnya Sahabuddin menegaskan akan memperbaiki ke kondisi semula hal itu dia ucapkan melalui voice note Whatsapp tahun 2023 silam.

“Itu masih dalam proses pekerjaan bapak, jadi kita masih kerja dilapangan sesuai dengan rikontek nanti kami akan mengembalikan posisi jalan yang rusak ke aslinya nanti bersabar”ungkapnya( 24/10/2023)

Sabil warga sekitar mengakui, pengerjaan proyek itu menyalahi ketentuan karena proses pekerjaannya terlaksana dengan mengabaikan mutu dan kualitas.

Menurut Sabil, bagian yang lain sudah dilakukan pekerjaaan sesuai aturan atas arahan Dinas PU kota Palu namun sisi yang sudah terlanjur dikerjakan yang tidak sesuai spesifikasi sampai detik ini tidak dibongkar.

“Itu,proyeknya perusahaan BUMN yah kok seperti itu, main untung saja abaikan kepentingan warga sekitar “ ujar sabil(2/3/2024)

[yotuwp type="videos" id="jmZnAc_593w" ]

LEAVE A REPLY