Masjid Raya Baitul Khaeraat Palu Mulai Memancarkan Cahaya, Pembangunan Hampir Rampung 98 Persen

oleh -2004 Dilihat

RadarNasional,PALU – , malam Kamis (25/9/2025) menjadi momen bersejarah bagi warga Kota Palu. Untuk pertama kalinya, seluruh lampu Masjid Raya Baitul Khaeraat dinyalakan. Kubah raksasa berwarna emas keperakan yang menjulang tinggi mulai memantulkan cahaya, sementara fasadnya yang kokoh menyinari jalanan sekitar. Pemandangan ini sontak membuat masyarakat berhenti sejenak, menoleh kagum, bahkan sebagian mengabadikan momen dengan ponsel mereka.

Kemegahan masjid yang berdiri di jantung Kota Palu itu kini semakin nyata. Progres pembangunan fisiknya sudah mencapai 98,2 persen. Kepala Dinas Cipta Karya Daerah (Cikasda) Sulawesi Tengah, Dr. Ruly Djanggola, mengungkapkan bahwa hingga Jumat (26/9/2025), proyek yang telah berjalan lebih dari dua tahun ini tinggal menyisakan detail-detail kecil sebelum tuntas sempurna.

“Pekerjaan utama seluruhnya sudah rampung. Sekarang kami fokus pada sentuhan akhir yang akan menyempurnakan wajah masjid ini,” terang Ruly dengan penuh optimisme.

Detail Sentuhan Akhir

Kepala Bidang Pembangunan Cikasda, Teguh, menambahkan bahwa sejumlah pekerjaan minor dan finishing masih dikerjakan secara intensif. Di antaranya: penyelesaian rangka dan finishing mihrab, fasad kelor tipe A–D, pemasangan railing tangga Souraja, kubah serawall, talang air FRP, air mancur kolam, serta pagar keliling.

Selain itu, tim pelaksana juga menambahkan detail pelengkap untuk menutup celah dari segi estetika sekaligus perlindungan bangunan dari tampias hujan. “Targetnya, masjid ini bukan hanya megah saat dipandang dari luar, tetapi juga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi jamaah yang beribadah di dalamnya,” ujar Teguh.

Waktu yang Kian Menipis

Pembangunan Masjid Raya Baitul Khaeraat dimulai dengan kontrak kerja selama 758 hari kalender. Kini, 708 hari kalender sudah terlewati, menyisakan hanya 50 hari lagi menuju batas akhir kontrak pada 15 November 2025. Meski berkejaran dengan waktu, pelaksana proyek PT PP (Persero) Tbk memastikan optimisme mereka untuk merampungkan pembangunan lebih cepat dari tenggat waktu.

“Material sudah hampir seluruhnya berada di lokasi. Hanya kaca patri fasad kelor yang masih ditunggu kedatangannya. Dari total kebutuhan, sekitar 70 persen sudah tersedia, sisanya dijadwalkan tiba dan terpasang pada minggu kedua Oktober,” jelas Ruly.

Simbol Kebangkitan Palu

Bagi masyarakat Palu, Masjid Raya Baitul Khaeraat bukan sekadar rumah ibadah. Kehadirannya menjadi simbol kebangkitan setelah duka bencana 2018 yang meluluhlantakkan kota ini. Kubahnya yang mulai bercahaya seolah mengabarkan pesan harapan: bahwa Palu bangkit, berdiri, dan melangkah maju dengan penuh keyakinan.

Tidak sedikit warga yang meneteskan air mata haru saat melihat cahaya lampu masjid pada malam itu. “Rasanya seperti mimpi, dulu hanya gambar di papan proyek, sekarang sudah berdiri megah,” ungkap seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi, sembari menatap kagum ke arah bangunan.

Jika sesuai rencana, Masjid Raya Baitul Khaeraat akan segera menjadi salah satu ikon terbesar Sulawesi Tengah. Bukan hanya sebagai pusat syiar Islam dan kegiatan keagamaan, tetapi juga destinasi wisata religi yang dapat menarik perhatian jamaah dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

Masjid yang dibangun dengan desain modern berpadu nuansa kearifan lokal ini diproyeksikan mampu menampung puluhan ribu jamaah sekaligus. Fasilitas pendukung yang lengkap, mulai dari area wudhu modern, sistem tata cahaya yang indah, hingga kolam air mancur yang menyambut pengunjung, akan menjadikannya pusat keramaian baru di Palu.

Dengan progres yang hampir sempurna ini, warga Sulawesi Tengah menanti dengan penuh rasa bangga. Masjid Raya Baitul Khaeraat bukan hanya menjadi rumah ibadah megah, tetapi juga simbol kebersamaan, doa, dan harapan bagi generasi mendatang. ***

AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.