RADARNASIONAL,Palu – Operasi penangkapan yang berlangsung cepat dan senyap dilakukan Tim Resmob Tadulako Polresta Palu terhadap seorang residivis curanmor berinisial MF (22). Pelaku ditangkap saat hendak menjual motor curian dalam transaksi gelap di Jalan Tururuka, Senin malam (24/11/2025).
Tim ini dipimpin langsung oleh IPTU Erics Iskandar bersama IPDA Moh. Pandu Aupan, yang sejak awal telah mencium pergerakan MF setelah laporan pencurian motor masuk dari warga Jalan Kakatua, Tanamodindi.

Penyelidikan lapangan mengarah jelas kepada MF yang sebelumnya pernah terlibat kasus serupa. Belum sempat pelaku menghilang, polisi menerima informasi baru terkait transaksi motor tanpa surat-surat yang akan berlangsung di Tururuka. Dugaan menguat bahwa barang tersebut berasal dari tangan MF.
Sekitar pukul 21.15 Wita, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan penyergapan. MF tak sempat kabur ketika polisi menemukan satu unit Honda Scoopy merah hitam serta kunci T—alat yang biasa digunakan untuk membobol motor.
Dalam interogasi awal, MF akhirnya mengakui telah melakukan pencurian di lokasi berbeda, termasuk di Jalan Kakatua 2 unit , Jalan Goriovala 1 unit , pipit 1 unit hingga parkiran Gedung JCC Jalan Moh. Yamin 1 unit Ia juga mengaku menjual motor-motor curian tersebut demi membeli narkoba jenis sabu.
Kanit Jatanras Polresta Palu IPTU Erics Iskandar menegaskan bahwa MF sudah menjadi target yang diawasi ketat.
“Begitu laporan masuk, kami langsung bergerak. Informasi masyarakat sangat membantu hingga pelaku bisa kami ringkus saat transaksi,” ujarnya.
Kasubnit Resmob IPDA Moh. Pandu Aupan menambahkan bahwa pengembangan kasus masih berjalan.
“Kami dalami kemungkinan MF tidak bergerak sendiri. Setiap titik yang dia akui sedang kami cek ulang,” katanya.
Kapolresta Palu Kombes Pol Denny Abrahams mengapresiasi keberhasilan tersebut dan memberikan pernyataan tegas.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi para pelaku curanmor. Setiap peristiwa yang meresahkan masyarakat akan kami tindak dengan cepat,” tegasnya.
MF kini ditahan di Polresta Palu. Penyidik tengah melengkapi berkas dan melakukan pendalaman lebih lanjut terkait jaringan curanmor yang kemungkinan terlibat.
AD







