BPJN Sulawesi Tengah, Ada Harapan di Ujung Aspal Terkelupas Desa Solonsa Kab.Morowali

oleh -366 Dilihat

MOROWALI,RADARNASIONAL-Desa Solonsa tak pernah benar-benar tenang. Deru truk bermuatan berat memecah sunyi, melintas di atas jalan nasional yang telah lama kehilangan wajah aslinya. Aspal di ruas menuju Kota Bungku itu terkelupas hampir di sepanjang badan jalan, meninggalkan lapisan kasar yang licin dan penuh risiko.3/2/2026

Foto : Kondisi jalan desa solonsa
Foto : Kondisi jalan desa solonsa

Bagi warga Solonsa, jalan ini bukan sekadar jalur lintasan. Ia adalah urat nadi kehidupan—penghubung ke pasar, sekolah, layanan kesehatan, dan pusat pemerintahan. Namun selama kurang lebih lima tahun terakhir, urat nadi itu terluka tanpa perawatan. Tidak ada perbaikan besar, hanya penantian yang terus memanjang.

Saat hujan turun, kondisi jalan berubah semakin mengkhawatirkan. Air menggenang di sela-sela aspal yang mengelupas, membuat kendaraan roda dua kerap tergelincir. Pengendara harus memperlambat laju, menahan napas setiap kali melintas, berharap tiba dengan selamat.

Kerusakan ini bukan datang tiba-tiba. Beban kendaraan berat yang melintas setiap hari, cuaca ekstrem, dan usia jalan yang tak lagi muda mempercepat kehancuran lapisan aspal. Tanpa penanganan, jalan nasional di Desa Solonsa perlahan berubah menjadi lintasan rawan kecelakaan.

Kini, setelah bertahun-tahun menunggu, secercah harapan akhirnya muncul.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah memastikan bahwa jalan nasional di Desa Solonsa akan ditangani pada tahun ini. Penanganan direncanakan sepanjang kurang lebih 5 kilometer, menyasar titik-titik kerusakan yang paling parah.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Sulawesi Tengah Satker PJN 4, Stenly, menyampaikan kepastian tersebut melalui pesan WhatsApp.

“Penanganan jalan nasional di Desa Solonsa akan dilakukan sepanjang 5 kilometer pada tahun ini,” ungkap Stenly.

Bagi warga, kepastian itu bukan sekadar informasi teknis. Ia adalah harapan akan jalan yang lebih aman, perjalanan yang lebih singkat, dan hari-hari tanpa rasa cemas di atas aspal yang rapuh.

Jalan nasional Desa Solonsa kini berada di persimpangan waktu—antara luka panjang masa lalu dan janji perbaikan yang dinanti. Tahun ini, warga berharap, janji itu benar-benar menjelma menjadi aspal baru yang menguatkan kembali denyut kehidupan Morowali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.