RadarNasional,PALU – Semangat berbagi mewarnai menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi. Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan sosial kepada 25 kepala keluarga prasejahtera di Kota Palu, Selasa (10/2/2026).
Setiap keluarga menerima satu karung beras dan angpao berisi sejumlah uang. Penyaluran dilakukan dengan cara mendatangi langsung rumah warga, berlangsung sejak siang hingga malam hari. Bendahara INTI Sulteng, Willem Chandra, bahkan masih melanjutkan distribusi hingga Rabu (11/2) pagi agar seluruh penerima terjangkau.
Ketua INTI Sulteng Rudy Wijaya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud rasa syukur sekaligus kepedulian sosial komunitas Tionghoa kepada masyarakat sekitar.
“Paket cinta kasih yang kami bagikan berupa sekarung beras dan angpao. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meringankan saudara-saudara kita dalam menyambut Hari Raya Imlek,” ujar Rudy.
Menurutnya, bakti sosial menjelang Imlek telah menjadi agenda rutin setiap tahun. Sasaran utama kali ini adalah para sesepuh dan warga Tionghoa yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
“Kami ingin Imlek tidak hanya menjadi perayaan bagi yang mampu, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan,” kata Rudy.
Ia menyebut, di Kota Palu terdapat sekitar 5.000 jiwa warga keturunan Tionghoa yang sebagian besar berkiprah di sektor usaha. Perayaan Imlek, menurutnya, memiliki makna mendalam sebagai momentum mempererat tali persaudaraan lintas etnis.
Apresiasi datang dari salah seorang donatur, Reinhard Winarto. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan kekompakan dan dedikasi organisasi.
“Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan kepedulian INTI serta PINTI kepada sesama. Semoga terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga,” ujarnya.
Senada, Ketua PINTI Sulteng Suryawati Hosari didampingi Elma Ruauw menegaskan bahwa bakti sosial Imlek adalah bentuk nyata solidaritas sosial.
“Kegiatan ini bertujuan menghadirkan kebahagiaan Imlek bagi warga Tionghoa prasejahtera. Melalui gerakan berbagi, kita memperkuat nilai gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa,” tutur Suryawati.
Aksi sosial tersebut juga melibatkan jejaring Lions Club, di antaranya Lions Club Palu Maleo, Lions Club Mutiara, dan Lions Club Milenial.
Sekretaris dan Bendahara INTI Sulteng, Dolof Tirayo dan Willem Chandra, mengaku pengalaman turun langsung ke lapangan memberi makna tersendiri.
“Kami bisa melihat langsung kondisi penerima bantuan. Ini menjadi pengingat agar kami terus berbagi dan lebih peka terhadap sesama,” kata Dolof.
Presiden Lions Club Palu Maleo yang juga pengurus INTI Sulteng, Charles Amin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan relawan.
“Tanpa dukungan banyak pihak, kegiatan ini tidak akan berjalan baik. Semoga semangat kepedulian ini terus tumbuh di tengah masyarakat Palu,” ujarnya.
Melalui langkah sederhana namun bermakna itu, perayaan Imlek 2026 di Kota Palu tidak hanya menjadi simbol tradisi, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas, kemanusiaan, dan persatuan dalam keberagaman.






