Program “Berani Bebas Tunggakan” Diapresiasi, Warga Minta Gubernur Anwar Hafid Perpanjang Pemutihan PKB

oleh -1357 Dilihat

Radarnasional,Palu – Program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) bertajuk “Berani Bebas Tunggakan” mendapat sambutan positif dari masyarakat Sulawesi Tengah. Sejumlah wajib pajak mengaku sangat terbantu dengan kebijakan yang membebaskan denda dan pokok pajak kendaraan tahun-tahun sebelumnya.

Ashar, salah satu warga Palu, menyatakan rasa syukurnya karena dengan program ini, ia hanya perlu membayar sekitar Rp8 juta untuk dua kendaraan roda empatnya, dari yang seharusnya mencapai Rp30 juta.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Anwar Hafid yang telah meringankan beban kami. Hanya tahun 2025 saja yang dibayarkan, sedangkan tunggakan 2024 ke bawah diputihkan,” ujarnya bersama Alan, Chandra, dan Reza pada Minggu (18/5/2025) di Palu.

Alan, pemilik sepeda motor, juga merasakan manfaat serupa. Ia hanya membayar sekitar Rp400 ribu dari total tunggakan sekitar Rp800 ribu untuk pajak satu tahun.

Menanggapi berakhirnya program ini, masyarakat seperti Jemmy berharap adanya perpanjangan. “Masih banyak warga belum sempat membayar. Mungkin karena punya lebih dari satu kendaraan atau belum ada dana cukup. Kami mohon program ini diperpanjang,” pintanya.

Sebagai informasi, kebijakan pemutihan PKB berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sedangkan pergantian STNK menjadi wewenang Dirlantas Polda Sulteng, dan tunggakan asuransi kendaraan dikelola oleh Jasa Raharja.

Gubernur Sulteng Anwar Hafid sebelumnya menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan meringankan beban masyarakat. Terkait kemungkinan perpanjangan program, Anwar Hafid menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi.

“Kita evaluasi dulu. Kita pertimbangkan lagi agar masyarakat masih punya kesempatan,” kata Anwar Hafid saat ditemui di Parigi Moutong, Kamis (15/5/2025), seperti dikutip dariTribun Palu. ***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.