TRAGIS! PENGUSAHA TOKO BANGUNAN HI SAING TEWAS DITIKAM DI RUMAHNYA, REKONSTRUKSI BONGKAR DETIK-DETIK SADIS PEMBUNUHAN

oleh -1123 Dilihat

Radarnasional,Palu, 18 September 2025 – Tangis keluarga pecah ketika Unit Jatanras Satreskrim Polresta Palu menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan HM Zain alias Hi Saing (58), pengusaha toko bangunan ternama yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya, Jalan Pue Bongo II, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, pada Minggu dini hari, 17 Agustus 2025.

Korban diduga meninggal akibat tikaman di bagian leher dan dada yang mengenai organ vital. Polisi menemukan bercak darah berserakan di dalam rumah hingga ke area pagar bagian selatan, yang diyakini sebagai jalur pelarian pelaku.

Gerak cepat kepolisian membuahkan hasil. Dalam waktu lima jam, tim gabungan Jatanras Polresta Palu bersama Polsek Palu Selatan berhasil membekuk terduga pelaku berinisial RN, warga Desa Bomba, Kecamatan Marawola. Dari hasil penyelidikan, RN masuk ke rumah korban dengan maksud mencuri. Namun aksinya berubah brutal, hingga merenggut nyawa Hi Saing.

Rekonstruksi yang digelar Kamis (18/9/2025) dipimpin langsung IPTU Erics Iskandar, SH. Adegan-adegan keji diperankan kembali oleh tersangka di hadapan penyidik, jaksa, penasihat hukum, dan saksi-saksi. Setiap detail mengungkap bagaimana aksi pencurian berubah menjadi pembunuhan sadis.

Suasana semakin haru saat keluarga korban menyaksikan jalannya rekonstruksi. Beberapa kali mereka tak kuasa menahan tangis, mengingat kembali malam kelam yang merenggut orang terkasih.

“Rekonstruksi ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian keterangan tersangka, saksi, dan bukti di lapangan, sehingga peristiwa tragis ini bisa terungkap secara terang benderang,” tegas IPTU Erics.

Meski dramatis, rekonstruksi berakhir kondusif pukul 11.33 WITA. Polisi memastikan kasus ini segera dilimpahkan ke pengadilan agar pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.