RADARNASIONAL,MOROWALI — Komitmen menghadirkan infrastruktur andal kembali ditunjukkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah melalui percepatan rehabilitasi Jembatan Kampung Baru IV di ruas Keuno–Bahonsuai, Kabupaten Morowali. Jembatan ini merupakan penghubung vital antara Desa Lasampi dan Desa Pebatae di Kecamatan Bumi Raya yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.6/5/2026

Setelah mengalami kerusakan signifikan pada April 2026, penanganan jembatan kini dilakukan secara sistematis dan terukur. Setiap tahapan pekerjaan disusun berurutan untuk memastikan hasil akhir yang kuat, aman, dan berkelanjutan.
Tahapan Pekerjaan Terstruktur

Rehabilitasi dimulai dari tahap paling mendasar, yaitu pembongkaran lantai jembatan, dan seterusnya dalam progres dikerjakan sebagai langkah awal membuka struktur lama.

Selanjutnya, pekerjaan pembakaran beton telah berjalan dengan progres 50 persen. Tahap ini menjadi bagian penting dalam penanganan struktur eksisting sebelum dilakukan penguatan lebih lanjut.

Pada tahap berikutnya, dilakukan perkuatan baja struktur yang kini juga telah mencapai 50 persen. Penguatan ini bertujuan meningkatkan daya tahan jembatan terhadap beban kendaraan, termasuk kendaraan berat yang melintas setiap hari.

Kemudian, penyesuaian atau penurunan elevasi stringer dilakukan untuk memastikan kesesuaian struktur dengan standar teknis. Progres pekerjaan ini telah mencapai 50 persen.
Sebagai bagian inti dari rehabilitasi, pemasangan stringer atau balok penopang utama lantai jembatan juga telah berjalan dengan capaian 50 persen. Pekerjaan ini dilakukan di titik STA 20+325 dengan koordinat sekitar 2,23287 LS – 121,67066 BT.
Seluruh pekerjaan dalam paket Rehabilitasi Jembatan Kampung Baru IV ini dilaksanakan oleh kontraktor CV Wija Masagena dengan target penyelesaian pada tahun 2026.
Akses Tetap Aman untuk Masyarakat
Di tengah proses rehabilitasi, BPJN Sulteng memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Sebagai solusi, telah dibangun jembatan sementara (bailey) yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk melintas dengan aman.
Langkah ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan selama proses berlangsung.
Komitmen Kualitas dan Ketepatan Waktu
Stenly Arthur Massie selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilaksanakan dengan pengawasan ketat dan perencanaan matang.
“Penanganan dilakukan secara bertahap mulai dari pembongkaran hingga penguatan struktur. Kami memastikan setiap proses sesuai spesifikasi agar jembatan ini nantinya benar-benar aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa progres yang telah mencapai 50 persen pada sejumlah item menunjukkan kinerja yang positif.
“Kami optimistis pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu pada tahun 2026, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Dampak bagi Konektivitas dan Ekonomi
Keberadaan jembatan ini sangat penting, tidak hanya sebagai penghubung antar desa, tetapi juga sebagai bagian dari jalur Trans Sulawesi yang mendukung aktivitas ekonomi, termasuk distribusi hasil pertanian dan kegiatan industri di wilayah Morowali.
Dengan progres yang terus bergerak dan penanganan yang terstruktur, rehabilitasi jembatan ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
BPJN Sulteng memastikan, setiap pekerjaan yang dilakukan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga investasi untuk konektivitas, keselamatan, dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
AD












