Perlahan Tapi Pasti, BPJN Sulteng Pasang Mata Di Penanganan Jalan Tolai–Sausu Yang Berprogres

oleh -352 Dilihat

RadarNasional,Parigi Moutong – Perlahan namun pasti, perubahan mulai terlihat di sepanjang ruas Tolai–Sausu, salah satu bagian penting Jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Parigi Moutong. Setelah melalui berbagai tahapan pekerjaan, proyek preservasi jalan yang dikerjakan BPJN Sulawesi Tengah kini memasuki fase lanjutan dengan fokus pada peningkatan kualitas badan jalan dan penyempurnaan sejumlah pekerjaan konstruksi.

Foto : Sumber terkini

Di lapangan, aktivitas alat berat dan pekerja masih terus berlangsung. Pada STA 13+400, proses pengaspalan AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course) sedang dikerjakan untuk menghadirkan permukaan jalan yang lebih nyaman dan aman bagi pengguna. Sementara di STA 08+800, pekerjaan Lapis Pondasi Bawah (LPB) terus dilakukan sebagai bagian dari penguatan struktur jalan sebelum memasuki tahapan berikutnya.

Foto : Sumber terkini

Kabar positif datang dari capaian progres pekerjaan. Memasuki Juni 2026, realisasi pekerjaan tercatat telah melampaui target yang direncanakan. Berdasarkan data pelaksanaan proyek, progres rencana sebesar 31,62 persen, sementara realisasi telah mencapai 36,41 persen. Capaian tersebut menunjukkan pekerjaan di lapangan berjalan lebih cepat dibanding target yang telah ditetapkan.

Ruas Tolai–Sausu bukan sekadar jalan penghubung biasa. Jalur ini merupakan bagian dari Jalan Trans Sulawesi yang menjadi urat nadi transportasi bagi masyarakat dan pelaku usaha di Sulawesi Tengah. Jalan ini mendukung kelancaran mobilitas orang, distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga pergerakan logistik antarwilayah.

Sebelumnya, sejumlah pekerjaan besar seperti penanganan lereng, pelebaran badan jalan, pembangunan drainase, dan peningkatan struktur jalan telah dilakukan di beberapa titik. Kini, pekerjaan berlanjut pada tahapan pengaspalan dan penyempurnaan konstruksi guna menghadirkan kondisi jalan yang lebih mantap dan berkelanjutan.

PPK 2.3 Preservasi Jalan Tolai–Sausu, Hidayat, mengatakan bahwa capaian progres yang berada di atas target menjadi indikator positif terhadap pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

“Alhamdulillah hingga awal Juni progres pekerjaan masih berada di atas target yang direncanakan. Namun kami tetap fokus menjaga kualitas pekerjaan agar hasil yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan pengguna jalan,” ujar Hidayat.

Menurutnya, pekerjaan preservasi tidak hanya berorientasi pada percepatan, tetapi juga memastikan setiap tahapan konstruksi memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan. Dengan demikian, kualitas jalan yang dihasilkan dapat bertahan dalam jangka panjang dan memberikan pelayanan yang optimal.

Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi ruas ini, perubahan mulai tampak di sejumlah segmen jalan. Badan jalan yang semakin tertata, struktur jalan yang diperkuat, serta proses pengaspalan yang sedang berlangsung menjadi gambaran dari transformasi ruas strategis tersebut.

Sesuai jadwal kontrak, proyek Preservasi Jalan Tolai–Sausu ditargetkan mencapai Provisional Hand Over (PHO) pada 31 Desember 2026. Dengan progres yang saat ini berada di atas target, diharapkan seluruh pekerjaan dapat terus berjalan lancar hingga tahap penyelesaian.

Di balik deru alat berat dan hamparan aspal yang mulai terbentang, proyek ini membawa harapan akan konektivitas yang semakin baik di koridor Trans Sulawesi. Bukan hanya memperlancar perjalanan, tetapi juga memperkuat akses ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong serta wilayah sekitarnya.

Ad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.