Radarnasional,Morowali — Proyek pembangunan talud penahan ombak di Desa Lanona, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, tampak mengalami kerusakan di beberapa bagian, khususnya pada ujung struktur yang disebut-sebut telah tergerus oleh ombak.
Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Bidang Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah Titi menyatakan bahwa proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Hal itu disampaikan pada Selasa, 6 Mei 2025.
“Proyek masih dalam masa pemeliharaan, dan kami sudah menghubungi pihak kontraktor. Mereka akan segera mengecek kembali pekerjaan tersebut. Jika memang ada bagian yang perlu diperbaiki, kontraktor siap untuk melakukannya,” ujarnya
Pihak BPBD juga menegaskan bahwa pekerjaan telah dilakukan sesuai dengan standar teknis. Pondasi talud diklaim memiliki kedalaman sekitar satu meter, dan proses pelaksanaan proyek turut diawasi oleh Kepala Desa Lanona. Bahkan sejak awal pengerjaan pada Desember lalu, keterlibatan pihak desa menjadi bagian dari strategi pengawasan lapangan.
“Saya sendiri merupakan bagian dari tim monitoring dan evaluasi (monev), jadi kami memastikan pekerjaan ini aman. Kades pun dilibatkan selama proses berlangsung,” tambahnya.
Pihak BPBD berharap masyarakat dapat bersabar dan memberikan waktu bagi kontraktor untuk melakukan evaluasi dan, jika diperlukan, perbaikan.
Mereka juga berkomitmen menjaga transparansi dan kualitas proyek demi keselamatan dan kenyamanan warga pesisir Desa Lanona.







