Radarnasional,Palu – Pemerintah terus menggenjot penyelesaian proyek pengendalian banjir di tiga sungai utama Kota Palu: Sungai Palu, Sungai Kawatuna, dan Sungai Ngia. Proyek strategis ini kini diperpanjang hingga September 2025, menyusul adanya penambahan nilai kontrak sebesar 10% untuk pembangunan batu boulder sebagai perlindungan pier Jembatan Palu IV.
Proyek senilai Rp150 miliar ini dikerjakan oleh PT Selaras Mandiri Sejahtera sejak Agustus 2023 dengan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA).
Penanganan difokuskan pada pengendalian sedimen dan banjir jangka panjang, termasuk pembangunan tanggul sungai, konsolidasi dam, dan groundsill untuk mengurangi kecepatan arus air.
Kepala Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air WS Palu – Lariang, Muhammad Ismawa, menjelaskan bahwa pekerjaan fisik terbagi pada tiga lokasi strategis.14/5/2025
“Saat ini, pengerjaan di Sungai Kawatuna,mamara telah selesai. Sementara di Sungai Ngia tinggal menyisakan 60 meter saluran U-ditch, dan pekerjaan di Sungai Palu memasuki tahap perapian,” jelasnya.
Ruang lingkup pekerjaan di Sungai Palu meliputi pembangunan tanggul sungai sepanjang 387 meter di sisi kiri dan 364 meter di sisi kanan, serta tanggul pantai sepanjang 487 meter (kiri) dan 423 meter (kanan). Tak hanya itu, pengerukan sedimen sepanjang 800 meter juga dilakukan untuk memperlancar aliran sungai.
Di Sungai Kawatuna, dibangun dua unit konsolidasi dam masing-masing sepanjang 40,5 meter dengan tinggi 6 meter. Selain itu, enam unit groundsill sepanjang 17,7 meter dan pengaman tebing (revetment) juga menjadi bagian dari konstruksi.
Sementara di Sungai Ngia, tiga unit konsolidasi dam telah dibangun, masing-masing satu unit sepanjang 25,5 meter dan dua unit sepanjang 21 meter. Groundsill turut dipasang untuk memperkecil kemiringan aliran air dan meningkatkan keamanan infrastruktur di sekitarnya, seperti bandara dan saluran irigasi.
Proyek ini menjadi krusial dalam konteks mitigasi bencana jangka panjang, terutama setelah bencana gempa dan tsunami tahun 2018 yang menyebabkan kerusakan besar di wilayah DAS Palu-Lariang.
Sungai Palu sebagai sungai utama, serta Sungai Kawatuna dan Ngia yang berperan penting dalam sistem drainase, kerap membawa sedimen tinggi yang mengancam struktur vital kota.
Dengan perpanjangan kontrak dan penambahan item pengaman pier Jembatan Palu IV, pemerintah berharap infrastruktur sungai di Palu akan lebih tangguh menghadapi bencana di masa depan.







