Air Mata Yatim Menetes, Hampir 12 Ton Beras Sumbangan Raib Digondol Marbot: Resmob Tadulako Bertindak Cepat!

oleh -1393 Dilihat

Radarnasional,Palu, 7 September 2025 — Sebuah kisah memilukan menyayat hati warga Sulawesi Tengah. Beras yang seharusnya menjadi pengisi perut anak-anak yatim justru berpindah tangan ke pelaku tak terduga. Seorang marbot, yang semestinya menjadi penjaga rumah ibadah dan amanah, tega menodai kepercayaan dengan mencuri 11,300 ton beras sumbangandari gudang Laz Baitulmaal Munzalan Indonesia. Jumlah itu setara dengan hampir 12 ton beras, yang seharusnya dibagikan kepada ribuan anak yatim di Sulawesi Tengah.

Pelaku berinisial M.A. (45), warga BTN Korpri Kawatuna, akhirnya tak berkutik ketika diciduk Tim Resmob Tadulako Polresta Palu yang dipimpin Kanit Jatanras IPTU Erics Iskandar, S.H. pada Sabtu malam (6/9/2025). Dari tangan M.A., polisi mengamankan 5 kilogram beras dan sebuah televisi 24 inci, namun penyelidikan mengungkap bahwa total beras yang sudah digasaknya mencapai belasan ton.

“Pelaku mengakui melakukan pencurian secara bertahap. Ia memanfaatkan posisinya yang dipercaya untuk membersihkan kantor lembaga amal tersebut,” ujar IPTU Erics.

Ironisnya, beras yang diambil adalah amanah dari para donatur, yang dipersembahkan untuk ribuan anak yatim di Sulawesi Tengah. Setiap butir beras yang raib, sejatinya adalah hak bocah yatim yang kini menahan lapar dengan doa sederhana.

Kapolresta Palu, Kombes Pol. Deny Abrahams, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku yang mengkhianati amanah publik.

“Tidak ada ruang bagi siapapun yang mencoba memperkaya diri dari hak orang miskin, apalagi anak yatim. Polisi tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga menjaga nilai moral dan kepercayaan masyarakat. Kami akan kembangkan kasus ini sampai tuntas,” tegas Deny.

Penangkapan ini sontak menggemparkan warga Palu. Banyak yang tak menyangka seorang marbot, figur yang mestinya dijadikan teladan, justru tega menukar iman dan kepercayaan dengan tumpukan karung beras.

Kini M.A. mendekam di tahanan Polresta Palu, sementara polisi masih melakukan pengembangan guna memastikan apakah ada jaringan atau pihak lain yang ikut menikmati hasil pengkhianatan amanah tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa amanah adalah titipan Tuhan. Mengkhianatinya bukan hanya kejahatan hukum, melainkan juga pengkhianatan terhadap tangis dan doa anak-anak yatim yang menunggu uluran tangan kasih.

rd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.