RadarNasional,Palu- Tim Resmob Tadulako Polresta Palu memecah keheningan di kawasan Jl. Bali, Kelurahan Lolu Selatan. Di balik sebuah rumah kos sederhana, seorang pria yang selama ini buron akhirnya tersungkur di tangan aparat. Dialah Lk. O (36), residivis pencurian yang dikenal licin dan lihai membobol rumah menggunakan puluhan anak kunci palsu.

Operasi itu dipimpin langsung oleh Kanit Jatanras IPTU Erics Iskandar, S.H. bersama Kasubnit Resmob IPDA Moh Pandu Aupan, S.H., M.A.P.,Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan, namun tensi tegang menyelimuti lokasi saat polisi menemukan tumpukan barang bukti hasil kejahatan — bukti keserakahan yang selama ini disembunyikan pelaku.

Dari kamar kos sempit yang ia tempati, polisi mengamankan 6 laptop berbagai merek, 1 unit motor Yamaha Vega, belasan jam tangan mewah, puluhan casing HP dan powerbank, hingga 40 anak kunci pintu — alat utama sang pelaku dalam membobol rumah warga.

“Dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, kami temukan ciri khas pelaku yang selalu menggunakan anak kunci palsu. Setelah identitasnya dipastikan, tim langsung bergerak cepat melakukan penangkapan,” ungkap IPTU Erics Iskandardengan nada tegas.
Aksi kriminal Lk. O bukan sekali dua kali. Ia tercatat melakukan pencurian di lima lokasi berbeda dalam kota Palu, di antaranya Jl. Bukit Tadulako, Jl. Beo, Jl. Agatis, Jl. Untad 1 Bumi Roviga, dan Jl. Al-Kautsar. Modusnya selalu sama — mengintai, menunggu lengah, lalu beraksi tanpa suara.
Pelaku yang bekerja sebagai sopir itu ternyata bukan orang baru dalam dunia kejahatan. Ia pernah mendekam di balik jeruji dengan kasus serupa. Namun kebebasan justru tak membuatnya jera. Ia kembali mengulang kesalahan yang sama, kali ini dengan hasil curian yang lebih banyak dan lebih berani.
“Pelaku ini residivis. Ia sudah hafal medan dan tahu celah keamanan rumah warga. Kami masih mendalami kemungkinan adanya TKP lain dan siapa penadah barang curiannya,” ujar IPDA Moh Pandu Aupan.
Penangkapan Lk. O bermula dari serangkaian laporan polisi sejak September hingga Oktober 2025, dari korban bernama Edi Kurniawan, Ananda Dwijayanti Putri, dan Indri, yang kehilangan laptop, ponsel, hingga perhiasan di rumah masing-masing.
Tim Resmob Tadulako yang dikenal tangguh dalam memburu pelaku kejahatan, bergerak cepat menelusuri jejak melalui CCTV dan keterangan warga. Malam demi malam mereka pantau, hingga akhirnya satu titik terang muncul — pelaku terlihat di sekitar Jl. Bali.
“Begitu informasi kami pastikan, tim langsung meluncur. Dan benar, pelaku masih di lokasi. Kami ringkus tanpa perlawanan,” kata Erics.
Kini, Lk. O hanya bisa tertunduk di ruang pemeriksaan Satreskrim Polresta Palu. Barang-barang hasil curian yang dulu ia banggakan kini menjadi saksi bisu dari kecerdikan dan kerakusannya.
Kapolresta Palu Kombes Pol Deny Abrahams, S.H., S.I.K., M.H. memberikan apresiasi terhadap kerja cepat tim di lapangan.
“Ini hasil kerja keras dan koordinasi yang solid. Kami tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan di Kota Palu. Setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti dengan cepat dan profesional,” tegasnya.
Sementara itu, Polresta Palu terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan penadah barang curian yang mungkin terlibat.
Langkah cepat Resmob Tadulako kembali menjadi bukti bahwa Polresta Palu berdiri di garis depan menjaga rasa aman masyarakat — tegas, tanggap, dan tanpa kompromi terhadap kejahatan.
AD











