Radarnasional,Morowali — Dalam rangka menghadapi lonjakan arus lalu lintas pada libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, PPK 4.4 Satker Wilayah PJN IV BPJN Sulawesi Tengah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendirikan Posko Nataru di Desa Unsongi, Kecamatan Bungku Timur.

Posko ini difungsikan sebagai pusat istirahat sekaligus pusat kendali lapangan untuk memastikan ruas jalan Bungku–Bahodopi hingga batas Provinsi Sulawesi Tenggara tetap dalam kondisi aman, fungsional, dan layak dilalui selama periode liburan panjang.

Keberadaan posko tersebut memungkinkan reaksi cepat apabila terjadi gangguan jalan, seperti lubang, genangan air, maupun longsor, yang berpotensi menghambat kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.
Fokus pengawasan intensif diarahkan pada Desa Pungkeu di ruas batas Sultra, yang dikenal memiliki potensi longsor lereng bawah, serta sejumlah titik rawan kemacetan di kawasan industri PT IMIP Bahodopi, yang kerap mengalami peningkatan volume kendaraan saat libur panjang.
PPK 4.4, Windu, mengatakan bahwa posko Nataru ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU dan BPJN Sulawesi Tengah dalam menjaga konektivitas dan keselamatan pengguna jalan.
“Posko ini kami siagakan penuh selama periode libur Nataru. Tim lapangan siap bergerak cepat jika ditemukan lubang, genangan, atau longsor, terutama di titik-titik rawan seperti Desa Pungkeu dan kawasan Bahodopi,” ujar Windu.
Ia menegaskan, sinergi antara petugas lapangan, alat berat siaga, dan pemantauan rutin menjadi kunci agar ruas strategis Bungku–Bahodopi tetap berfungsi optimal, mengingat jalur ini merupakan urat nadi transportasi masyarakat dan kawasan industri di Morowali.
Dengan pendirian Posko Nataru ini, BPJN Sulawesi Tengah berharap mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2026 berjalan aman, lancar, dan minim gangguan.
ERNI








