BPJN Sulteng Kebut Peningkatan Jalan Bahodopi–Batas Sultra, Progres Capai 50 Persen

oleh -318 Dilihat

MOROWALI, SULAWESI TENGAH — Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah terus mempercepat peningkatan dan preservasi jalan nasional di sejumlah ruas strategis pada 2026. Hingga saat ini, progres pekerjaan di ruas Bahodopi–Batas Sulawesi Tenggara dan Bungku–Bahodopi tercatat rata-rata telah mencapai 50 persen.

Foto : kondisi pekerjaan yang sementara berlangsung

Pada ruas Bahodopi–Batas Sultra, pekerjaan pelapisan aspal AC-WC di STA 15+275 dengan koordinat 2,85304 LS – 122,18548 BT telah mencapai 50 persen. Di titik lain, tepatnya STA 03+300, pekerjaan preservasi berupa pemasangan saluran drainase u-ditch dan lantai kerja juga berada pada capaian yang sama.

Foto : Kondisi Pekerjaan yang berlangsung

Selanjutnya, di STA 17+600, pekerjaan AC-WC kembali menunjukkan progres 50 persen. Kondisi ini menggambarkan bahwa pelaksanaan proyek berjalan relatif merata di sejumlah segmen.

Foto : pekerjaan yang sementara berlangsung

Adapun pada ruas Bungku–Bahodopi, pekerjaan rehabilitasi minor turut berjalan paralel. Di STA 33+850, pekerjaan pasangan batu dengan mortar telah mencapai 50 persen. Sementara itu, pelapisan AC-WC aspal butir di STA 33+750 hingga STA 33+775 juga menunjukkan progres yang serupa.

Foto : Progres Pekerjaan yang sementara berlangsung

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.4 Provinsi Sulawesi Tengah, Windunoto Abisetyo, mengatakan bahwa seluruh pekerjaan masih berada dalam tahap pelaksanaan dan ditargetkan rampung sesuai jadwal pada tahun ini.

Foto : Pekerjaan progres dilokasi

“Pekerjaan masih dalam progres tahun 2026 dan berjalan sesuai rencana. Kami optimistis penyelesaian dapat tepat waktu sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Windu.

Ia menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari upaya peningkatan konektivitas antarwilayah, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi di kawasan industri Bahodopi, Kabupaten Morowali.

Menurut dia, kondisi jalan di kawasan tersebut sebelumnya kerap menjadi keluhan masyarakat dan pelaku usaha, terutama dari sektor industri pertambangan yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi logistik.

“Perbaikan dilakukan secara bertahap. Saat ini sebagian titik sudah mulai menunjukkan peningkatan kualitas, meskipun pekerjaan belum sepenuhnya selesai,” katanya.

Windu menambahkan bahwa penanganan jalan tidak hanya berfokus pada pelapisan aspal, tetapi juga mencakup sistem drainase dan struktur pendukung lainnya agar ketahanan jalan dapat terjaga dalam jangka panjang.

Ia menilai, keberadaan jalan nasional yang memadai akan memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi distribusi barang dan jasa, termasuk pengangkutan hasil industri dan sumber daya alam dari kawasan Morowali.

“Dengan konektivitas yang lebih baik, biaya logistik dapat ditekan dan waktu tempuh menjadi lebih efisien. Ini tentu akan berdampak langsung pada peningkatan daya saing daerah,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan jalan juga diharapkan dapat memperbaiki aspek keselamatan bagi pengguna jalan. Selama proses pekerjaan berlangsung, BPJN Sulteng tetap mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di area proyek.

Di lapangan, sejumlah titik pekerjaan masih menunjukkan aktivitas konstruksi, mulai dari alat berat yang beroperasi hingga proses pengerjaan bertahap di badan jalan. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di beberapa segmen harus melambat, terutama pada jam-jam tertentu.

Meski demikian, keberadaan proyek ini mulai memberikan dampak positif. Sejumlah pengguna jalan mengaku kondisi jalan perlahan membaik dibandingkan sebelumnya, terutama di titik-titik yang telah selesai dikerjakan.

BPJN Sulteng memastikan bahwa pengawasan terhadap kualitas pekerjaan terus dilakukan secara ketat. Hal ini penting agar hasil pembangunan tidak hanya cepat selesai, tetapi juga memiliki daya tahan yang optimal.

Ke depan, ruas Bahodopi–Batas Sultra dan Bungku–Bahodopi diharapkan dapat berfungsi maksimal sebagai jalur utama distribusi yang menghubungkan kawasan industri dengan wilayah lain di Sulawesi Tengah maupun provinsi tetangga.

Dengan progres yang terus berjalan dan target penyelesaian yang telah ditetapkan, pemerintah berharap infrastruktur jalan ini dapat segera memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat umum maupun pelaku usaha yang selama ini menggantungkan aktivitasnya pada akses transportasi darat.

Ad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.