Diselundupkan Lewat Nasi Kuning, Sabu Gagal Masuk Rutan Palu

oleh -408 Dilihat

RadarNasional,PALU — Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Rutan Kelas IIA Palu digagalkan petugas, Senin, 11 Mei 2026. Barang diduga sabu ditemukan tersembunyi di dalam nasi kuning yang dibawa seorang pembesuk untuk warga binaan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.56 WITA di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Rutan Palu. Saat itu, seorang peserta magang bernama Ahmad Saifullah memeriksa makanan bawaan pengunjung.

Foto : Sumber humas rutan palu

Di sela nasi kuning, Ahmad menemukan plastik klip kecil berisi kristal putih yang diduga sabu.

“Barang itu ditimbun di dalam nasi,” kata Ahmad.

Temuan tersebut segera dilaporkan kepada petugas jaga dan diteruskan kepada Kepala Rutan Palu, Wachid Kurniawan Budi Santoso.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan badan terhadap pembesuk. Dari pemeriksaan lanjutan, petugas perempuan kembali menemukan satu paket lain yang diduga sabu disembunyikan di area tubuh pelaku.

Situasi sempat ricuh ketika pembesuk disebut mencoba menghilangkan barang bukti. Saat paket kedua ditemukan, pelaku melakukan perlawanan lalu menelan plastik kecil berisi barang yang diduga narkotika tersebut.

Petugas tidak berhasil mengeluarkan kembali barang bukti yang telah tertelan.

Kepala Rutan Palu mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan BNNP Sulawesi Tengah dan Polresta Palu untuk penanganan lebih lanjut.

“Kami langsung menyerahkan penanganannya kepada aparat yang berwenang,” ujar Wachid.

Pembesuk tersebut kini diamankan di Polresta Palu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat juga mendalami kemungkinan adanya jaringan peredaran narkoba yang mencoba memasok barang terlarang ke dalam rumah tahanan.

Pengungkapan ini menambah daftar upaya penyelundupan narkotika ke lembaga pemasyarakatan di Sulawesi Tengah yang belakangan masih kerap terjadi dengan berbagai modus.

AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.