Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan dominasi kuat wilayah Indonesia Timur dalam daftar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada awal 2026.
Maluku Utara menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi secara nasional dengan angka fantastis mencapai 19,64 persen. Lonjakan tersebut disebut didorong ekspansi sektor industri pengolahan dan hilirisasi tambang yang terus berkembang pesat.
Posisi berikutnya ditempati Nusa Tenggara Barat dengan pertumbuhan 13,64 persen.
Sementara Sulawesi Tengah kembali masuk jajaran provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi nasional setelah mencatat angka 8,32 persen. Pertumbuhan ini memperlihatkan masih kuatnya aktivitas industri pengolahan, pertambangan, dan investasi di wilayah tersebut.
Selain Sulawesi Tengah, sejumlah provinsi di kawasan Sulawesi juga mencatat pertumbuhan tinggi. Gorontalo tumbuh 7,68 persen, Sulawesi Selatan 6,88 persen, serta Sulawesi Tenggara sebesar 6,23 persen.
Di luar kawasan timur, Jawa Timur mencatat pertumbuhan 5,96 persen, sedangkan Kalimantan Barat tumbuh 6,14 persen.
Dominasi provinsi-provinsi berbasis sumber daya alam dan industri pengolahan ini menunjukkan arah baru pertumbuhan ekonomi nasional yang mulai bergeser ke luar Pulau Jawa.
Penguatan hilirisasi industri, investasi smelter, hingga ekspansi kawasan industri disebut menjadi faktor utama yang mendorong pertumbuhan tinggi di sejumlah daerah tersebut.
Meski demikian, ekonom mengingatkan bahwa pertumbuhan tinggi perlu dibarengi pemerataan kesejahteraan masyarakat agar tidak hanya menghasilkan angka statistik semata.
Ad








