Sering Dikritik Soal Infrastruktur, Anwar Hafid Mulai Proyek Jalan dan Jembatan Rp604,8 Miliar Di Sulteng

oleh -346 Dilihat

RadarNasional,SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan, memulai pembangunan dan rekonstruksi infrastruktur jalan serta jembatan senilai Rp604,8 miliar yang tersebar di berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah. Pelaksanaan groundbreaking Program Berani Lancar tersebut dipusatkan di Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Minggu (7/6/2026).

Program ini menjadi salah satu langkah besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mempercepat konektivitas antarwilayah, membuka akses daerah terpencil, memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

Pembangunan yang dimulai tahun ini mencakup 24 paket pekerjaan jalan dan jembatan yang tersebar di Kabupaten Sigi, Tolitoli, Morowali Utara, Poso, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Parigi Moutong, Morowali, Tojo Una-Una, dan Donggala. Beberapa ruas strategis yang menjadi prioritas antara lain Palu–Kulawi di Kabupaten Sigi, Simpang Lampasio–Muliasari di Kabupaten Tolitoli, Pape–Tomata dan Beteleme–Nuha di Morowali Utara, Tonusu–Meko dan Meko–Pendolo di Kabupaten Poso, Pangkalaseang–Balantak–Sobol, Poh–Siuna–Mayayap–Bualemo, serta Balingara–Longge Atas–Dataran Bulan di Kabupaten Banggai, hingga Sabang–Baas di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Muliasari–Kokobuka–Air Terang–Kalikulango di Kabupaten Buol.

Selain rekonstruksi jalan provinsi, program ini juga mencakup pembangunan dan rehabilitasi sejumlah jalan desa, pembukaan akses baru antarkawasan, serta penggantian dan pembangunan jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

Di hadapan masyarakat, kepala daerah, anggota DPRD, serta jajaran pemerintah daerah yang hadir, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah bukanlah untuk mencari popularitas ataupun pencitraan, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat atas amanah yang diberikan.

“Ini bukan soal popularitas, bukan mencari simpati, dan bukan untuk dipuji. Ini adalah bentuk pertanggungjawaban pemerintah kepada rakyat. Uang rakyat harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang nyata,” tegas Anwar Hafid.

Menurutnya, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjelaskan kepada masyarakat bagaimana anggaran daerah digunakan serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat.

Anwar Hafid mengakui bahwa pembangunan tersebut dilaksanakan dalam situasi fiskal yang cukup menantang. Ia menyebut APBD Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya mencapai sekitar Rp5,7 triliun kini mengalami penyesuaian menjadi sekitar Rp4,3 triliun. Namun kondisi itu tidak menghalangi pemerintah daerah untuk tetap menjalankan program-program prioritas yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Provinsi, kata dia, melakukan berbagai langkah efisiensi pada belanja operasional dan kegiatan yang tidak berdampak langsung terhadap masyarakat agar ruang fiskal tetap tersedia bagi pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.

“Kami kurangi perjalanan dinas, kami kurangi berbagai pengeluaran operasional. Tapi pembangunan untuk rakyat tidak boleh berhenti. Jalan harus tetap dibangun, masyarakat harus tetap dilayani,” ujarnya.

Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan jalan dan jembatan merupakan bagian dari kewajiban pemerintah daerah, khususnya pemerintah provinsi, untuk memastikan seluruh wilayah memiliki akses yang layak dan aman.

Menurutnya, keberadaan jalan yang baik tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menentukan kelancaran distribusi barang, akses pendidikan dan kesehatan, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

“Kalau ada jalan provinsi yang rusak, itu tanggung jawab gubernur. Karena itu saya tidak mau di akhir masa jabatan nanti masih ada jalan provinsi yang berlubang dan tidak layak digunakan masyarakat,” tegasnya.

Ia mengibaratkan pemerintah sebagai orang tua yang harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

“Orang tua akan berusaha agar anaknya tetap sekolah, tetap berobat ketika sakit, dan tetap hidup layak. Begitu pula pemerintah. Infrastruktur yang baik adalah kebutuhan masyarakat yang harus kami penuhi,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pembangunan infrastruktur tersebut. Menurutnya, proyek senilai Rp604,8 miliar ini dapat berjalan karena adanya kesamaan visi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Alhamdulillah seluruh anggota DPRD memahami kondisi daerah dan berpihak kepada rakyat. Ketika kami meminta dukungan untuk membangun jalan-jalan ini, mereka memberikan persetujuan demi kepentingan masyarakat Sulawesi Tengah,” ujar Anwar Hafid.

Ia juga mengapresiasi para bupati yang terus aktif memperjuangkan pembangunan di daerahnya masing-masing. Salah satunya adalah Bupati Sigi yang secara konsisten mengawal pembangunan ruas Palu–Kulawi karena memahami pentingnya akses tersebut bagi masyarakat.

Untuk menjamin kualitas pekerjaan, Anwar Hafid mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan proyek di lapangan. Menurutnya, pembangunan yang menggunakan uang rakyat harus terbuka terhadap pengawasan publik agar hasilnya benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Kalau ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, volumenya kurang, campurannya tidak bagus, laporkan. Itu uang rakyat, sehingga rakyat juga berhak mengawasi,” tegasnya.

Ia memastikan seluruh proyek mendapat pendampingan dan pengawasan dari aparat pengawas serta aparat penegak hukum guna menjamin transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan pekerjaan.

Sementara itu, Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Anwar Hafid yang tetap menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas meskipun pemerintah daerah menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

Menurut Rizal, pembangunan jalan dan jembatan yang masuk dalam Program Berani Lancar akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas wilayah, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, dan percepatan pembangunan daerah.

“Di tengah efisiensi anggaran, kami sangat mengapresiasi komitmen Bapak Gubernur Anwar Hafid yang tetap menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas. Jalan yang baik bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperlancar distribusi hasil produksi, dan mempercepat kemajuan daerah. Masyarakat Sigi tentu merasakan langsung manfaat dari pembangunan ini,” ujar Mohamad Rizal Intjenae.

Melalui Program Berani Lancar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan peningkatan kemantapan jalan provinsi, penurunan biaya logistik antarwilayah, percepatan distribusi komoditas unggulan daerah, pembukaan akses kawasan terpencil, serta penguatan konektivitas yang akan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami mungkin tidak bisa memuaskan semua orang. Tetapi kami akan memastikan pembangunan ini dirasakan oleh rakyat. Itu yang menjadi tanggung jawab kami,” tutup Gubernur Anwar Hafid.

AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.