Demi Rakyat Sulteng, Anwar Hafid Batalkan Agenda di Senayan dan Pulang Tangani Darurat Gempa 6,7 M

oleh -323 Dilihat

RADARNASIONAL,PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dipastikan batal menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026), meski sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu kepala daerah yang diundang sebagai narasumber dalam forum tersebut.

Keputusan itu diambil menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Di tengah agenda penting tingkat nasional, Anwar Hafid memilih “balik kanan” kembali ke Sulawesi Tengah untuk memimpin langsung penanganan darurat bagi masyarakat terdampak.

Sesaat setelah menerima laporan perkembangan situasi di daerah, Gubernur menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), BPBD, tenaga medis, serta unsur terkait untuk bergerak cepat melakukan langkah tanggap darurat.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” tegas Anwar Hafid.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026, pukul 11.27 Wita. Episentrum berada pada koordinat 1,04 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan kuat dirasakan di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, serta sejumlah wilayah Pasigala, membuat warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Sebagai langkah cepat, tenaga medis dikerahkan ke sejumlah titik terdampak untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang mengalami cedera. Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk menyiapkan tenda pelayanan darurat di area terbuka guna mengantisipasi gempa susulan.

Selain itu, BPBD bersama OPD terkait juga diperintahkan menyiapkan lokasi pengungsian yang aman dan layak bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung sementara. Pemerintah memastikan kebutuhan dasar para pengungsi menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat.

Gubernur juga menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan yang mengalami kerusakan maupun berpotensi terdampak. Tim teknis akan melakukan asesmen untuk memastikan keamanan bangunan sebelum digunakan kembali oleh masyarakat.

Saat ini, BPBD Sulawesi Tengah terus melakukan pendataan dan asesmen lapangan serta berkoordinasi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan seluruh unsur terkait guna memastikan penanganan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Di tengah agenda nasional yang menantinya di Jakarta, Anwar Hafid memilih berada di tengah masyarakat Sulawesi Tengah. Bagi orang nomor satu di Sulteng itu, keselamatan dan rasa aman warga menjadi panggilan yang tak bisa ditunda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.