“Bahodopi Bukan Morowali: Bupati Dinilai Terlalu Fokus pada ‘Jakarta Kecil’, Persoalan Daerah Lain Diduga Terabaikan”

oleh -370 Dilihat

RADARNASIONAL,MOROWALI – Julukan “Jakarta Kecil” yang disematkan Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, kepada Kecamatan Bahodopi kembali memicu perbincangan publik. Di tengah berbagai upaya penataan kawasan industri tersebut, muncul kritik bahwa perhatian pemerintah daerah dinilai terlalu terpusat di Bahodopi, sementara sejumlah persoalan di wilayah lain Morowali belum mendapatkan penanganan maksimal.

Sebagai daerah dengan luas wilayah mencapai 5.472 kilometer persegi dan terdiri dari 10 kecamatan, Morowali tidak hanya Bahodopi. Sejumlah warga menilai masih banyak persoalan mendasar di kecamatan lain yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari masalah sampah, infrastruktur, hingga pelayanan dasar masyarakat.

Salah satu sorotan datang dari persoalan sampah di Kecamatan Witaponda yang disebut masih menjadi keluhan warga. Kritik juga mengarah pada kebijakan Pemda Morowali yang mengalokasikan hibah APBD sebesar Rp23,3 miliar untuk pembangunan fasilitas di lingkungan Polda Sulawesi Tengah. Kebijakan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai prioritas penggunaan anggaran daerah saat sejumlah kebutuhan dasar di beberapa kecamatan masih belum tertangani secara optimal.

Di sisi lain, pemerintah daerah memang telah melakukan berbagai langkah penataan di Bahodopi, seperti penertiban bangunan liar di sepanjang Jalan Trans Sulawesi dan operasi kebersihan untuk mengatasi persoalan sampah serta kemacetan yang semakin kompleks akibat tingginya aktivitas industri dan pertumbuhan penduduk.

Namun, kritik yang berkembang menunjukkan bahwa sebagian masyarakat menginginkan pemerataan perhatian pembangunan. Mereka berharap agenda kunjungan kerja dan program prioritas pemerintah tidak hanya berfokus pada kawasan industri yang menjadi pusat investasi, tetapi juga menjangkau seluruh kecamatan di Morowali.

Apakah fokus besar terhadap Bahodopi merupakan strategi pembangunan yang tepat atau sekadar upaya pencitraan politik? Jawabannya tentu berada di tangan masyarakat yang merasakan langsung dampak kebijakan pemerintah daerah selama masa kepemimpinan saat ini. Yang pasti, Morowali lebih luas dari Bahodopi, dan pembangunan yang merata tetap menjadi harapan banyak warga di seluruh penjuru kabupaten.

Redaksi Tim RN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.