Pemerintah Kabupaten Morowali Bongkar Bundaran Bahomohoni, Warga Pertanyakan Urgensi dan Konsep Pembangunan

oleh -401 Dilihat

RadarNasional,BUNGKU – Pemerintah Kabupaten Morowali melakukan pembongkaran Bundaran Bahomohoni di Kota Bungku. Langkah tersebut langsung menjadi sorotan masyarakat karena bundaran itu selama ini dikenal sebagai salah satu ikon Kota Bungku yang memiliki nilai sejarah dan filosofi bagi perkembangan Morowali.

Tugu yang berada di tengah Bundaran Bahomohoni selama ini dipandang sebagai simbol transformasi ekonomi dan perjalanan pembangunan Kawasan Terpadu Mandiri (KTM) Morowali. Karena itu, pembongkarannya memunculkan pertanyaan dari sejumlah warga mengenai alasan dan urgensi kebijakan tersebut.

Sebagian warga menilai jika tujuan pemerintah adalah mempercantik wajah kota, revitalisasi dengan tetap mempertahankan ikon lama dinilai lebih tepat dibanding menghilangkan simbol yang sudah melekat di tengah masyarakat.

“Kalau memang ingin dibuat lebih modern, seharusnya ikonnya tetap dipertahankan dan diperbaiki. Jangan sampai pembangunan justru menghilangkan identitas daerah,” ujar seorang warga Bungku.

Warga lainnya berharap Pemerintah Kabupaten Morowali memberikan penjelasan secara terbuka mengenai konsep pembangunan yang baru, manfaat yang akan diperoleh masyarakat, serta besaran anggaran yang digunakan.

“Masyarakat tentu mendukung pembangunan. Namun kami juga ingin mengetahui alasan pembongkaran ini dan seperti apa desain penggantinya. Transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan berbagai persepsi,” kata warga lainnya.

Di sisi lain, sejumlah masyarakat juga berpandangan bahwa pembangunan merupakan kewenangan pemerintah daerah. Namun, mereka berharap setiap kebijakan tetap mempertimbangkan aspek sejarah, identitas daerah, serta prioritas kebutuhan masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat penjelasan resmi dari Pemerintah Kabupaten Morowali mengenai konsep pembangunan pengganti Bundaran Bahomohoni maupun target penyelesaiannya. Masyarakat berharap pemerintah segera menyampaikan informasi tersebut agar polemik yang berkembang dapat dijawab secara terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.