Anwar Hafid Ungkap Penyebab Ribuan Anak Putus Sekolah, Ajak Kampus Turun Langsung Bangun Sulteng

oleh -366 Dilihat

RadarNasional,Palu – Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh perguruan tinggi menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kemajuan Sulawesi Tengah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi harus dimulai dari peningkatan kualitas manusianya.

Hal itu disampaikan Anwar saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu bertema Kampus Berdampak untuk Sulteng Nambaso: Inovasi, Riset, dan Pengabdian dalam Mendukung Transformasi Daerah di Universitas Alkhairaat.

“Sulawesi Tengah hanya akan menjadi daerah yang besar jika memiliki sumber daya manusia yang hebat,” ujar Anwar.

Dalam paparannya, Anwar mengungkapkan hasil kajian pemerintah yang menjadi dasar lahirnya visi Sulteng Nambaso. Ia menyebut sekitar 50 persen lulusan SMP tidak melanjutkan ke SMA, sementara separuh lulusan SMA juga gagal melanjutkan ke perguruan tinggi. Setiap tahun, sekitar 12 ribu lulusan SMA di Sulawesi Tengah menghadapi persoalan tersebut.

Menurutnya, persoalan utama bukan rendahnya minat belajar, melainkan keterbatasan ekonomi keluarga.

“Dari masyarakat kami mendapat jawaban yang paling banyak, anak-anak mereka tidak melanjutkan sekolah karena biaya pendidikan,” katanya.

Temuan itu kemudian melahirkan konsep Nambaso atau Anak Miskin Bisa Sekolah, yang menjadi pijakan utama pembangunan daerah. Visi tersebut diperkuat melalui sembilan program prioritas pemerintahan yang dikenal dengan 9 Berani.

Di sektor pendidikan, Anwar mengatakan pemerintah telah menjalankan program Berani Cerdas dengan memberikan bantuan pendidikan bagi siswa SMA/SMK hingga mahasiswa. Pemerintah juga mengalokasikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk mengurangi beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua.

Sementara melalui Berani Sehat, masyarakat yang belum memiliki jaminan kesehatan tetap dapat memperoleh pelayanan menggunakan KTP sesuai mekanisme yang berlaku. Hingga 2025, sekitar 183 ribu warga disebut telah memanfaatkan program tersebut.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program Berani Lancar, Berani Menyala, Berani Bergerak, Berani Panen Raya, Berani Tangkap, dan Berani Berkah sebagai bagian dari strategi mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

Di akhir kuliah tamu, Anwar mengajak perguruan tinggi tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi ikut menyelesaikan persoalan masyarakat melalui penelitian yang aplikatif. Ia mendorong setiap kampus memiliki desa binaan dan mengarahkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk memetakan kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Mahasiswa harus hadir mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Dari situlah lahir rekomendasi yang benar-benar dibutuhkan daerah,” tegasnya.

Anwar optimistis kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi akan mempercepat terwujudnya visi Sulteng Nambaso melalui penguatan pendidikan, inovasi, riset, dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.