Pemprov Sulteng Klaim Program BERANI Mulai Berbuah, Rp351 Miliar Digelontorkan untuk Pendidikan dan Layanan Kesehatan Diperluas

oleh -356 Dilihat

RadarNasional,PALU – Satu setengah tahun sejak diluncurkan, Program BERANI mulai menunjukkan arah capaian yang diklaim berdampak pada pembangunan di Sulawesi Tengah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai program unggulan yang digagas Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido itu kini telah menjangkau sektor pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur.

Perkembangan tersebut dipaparkan dalam konferensi pers di Kantor Bappeda Sulawesi Tengah, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang digagas Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Sulteng itu menghadirkan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah untuk memaparkan capaian masing-masing program kepada insan pers.

Wakil Gubernur dr. Renny Lamadjido mengatakan Program BERANI dirancang bukan sekadar menjadi slogan pemerintahan, melainkan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Media menjadi mitra penting pemerintah. Melalui pemberitaan, masyarakat dapat mengetahui perkembangan program yang sedang berjalan. Kami juga terbuka terhadap kritik dan masukan agar pelayanan publik semakin baik,” ujar Renny.

Dari seluruh program yang dipaparkan, sektor pendidikan menjadi fokus dengan alokasi anggaran terbesar melalui Program BERANI Cerdas. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan sekitar Rp351 miliar pada 2026 untuk memperluas akses pendidikan, mulai dari bantuan operasional sekolah daerah (BOSDA), subsidi biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu, hingga beasiswa bagi mahasiswa dan guru.

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Firmanza, menjelaskan bahwa cakupan BERANI Cerdas kini tidak lagi terbatas pada bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa strata satu. Pemerintah juga memberikan beasiswa bagi mahasiswa strata dua, strata tiga, pendidikan dokter spesialis, serta guru yang melanjutkan pendidikan.

Anggaran terbesar, yakni sekitar Rp264 miliar, dialokasikan untuk program beasiswa mahasiswa. Jika pada 2025 sebanyak 23.568 mahasiswa menerima bantuan, tahun ini jumlah pendaftar meningkat menjadi 27.344 orang sehingga total penerima manfaat diperkirakan mendekati 50.000 mahasiswa.

Selain bantuan pendidikan tinggi, pemerintah juga membiayai pelaksanaan praktik kerja industri bagi siswa SMK, menyediakan bantuan seragam bagi pelajar dari keluarga kurang mampu, memasang layanan internet berbasis satelit Starlink di sekolah-sekolah terpencil, hingga memberikan beasiswa strata dua kepada puluhan guru.

Di sektor kesehatan, Program BERANI Sehat terus diperluas melalui pembiayaan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang belum terlindungi. Hingga Juni 2026, realisasi anggaran program tersebut mencapai sekitar Rp52,4 miliar.

Program ini tidak hanya membantu masyarakat yang menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), tetapi juga warga yang kepesertaan BPJS-nya tidak aktif ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Pemerintah juga menyediakan skema Non-JKN untuk membiayai layanan kesehatan yang belum ditanggung BPJS, termasuk korban kekerasan dan kejadian luar biasa.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur dilakukan melalui Program BERANI Lancar. Pemerintah mengalokasikan Rp208,98 miliar untuk menangani 57 ruas jalan dan 10 jembatan pada 2026.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Sulawesi Tengah, Faidul Keteng, mengatakan pembangunan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan, sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Selain pekerjaan reguler, pemerintah juga menjalankan 12 proyek kontrak tahun jamak dengan nilai mencapai Rp604,82 miliar. Program tersebut turut didukung pembangunan jalan desa sebagai bagian dari target pembangunan 1.000 kilometer jalan desa di Sulawesi Tengah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai investasi besar pada pendidikan, penguatan layanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur merupakan fondasi pembangunan jangka panjang. Melalui tiga pilar utama Program BERANI, pemerintah berharap kualitas sumber daya manusia meningkat, akses layanan publik semakin merata, dan pertumbuhan ekonomi daerah dapat berlangsung lebih inklusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.