Wabup Morowali Bentuk TRC Multisektor, Perkuat Respons Cepat Hadapi Daerah Berisiko Bencana

oleh -333 Dilihat

Radarnasioanl,Morowali-Pemerintah Kabupaten Morowali mulai memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana dengan membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Multisektor sebagai wadah koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan keadaan darurat.

Foto :unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)

Langkah tersebut ditandai melalui Rapat Pembentukan TRC Multisektor Penanggulangan Bencana bertema “Bencana Urusan Bersama” yang digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Morowali, Kamis (9/7/2026).

Rapat dibuka oleh Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kajari Morowali, Kapolres Morowali, Dandim 1311/Morowali, Kepala Pelaksana BPBD, Staf Ahli Bupati, Baznas, para camat, perwakilan PT Indonesia Morowali Industrial Park, serta sejumlah organisasi perangkat daerah dan instansi terkait.

Ketua panitia menjelaskan, pembentukan TRC Multisektor merupakan strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana melalui kolaborasi lintas sektor. Tim tersebut akan melibatkan BPBD, TNI, Polri, instansi vertikal, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan hingga relawan agar penanganan bencana berlangsung lebih cepat, terpadu, dan profesional.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Iriane Iliyas menegaskan bahwa pesatnya pembangunan di Morowali harus dibarengi dengan kesiapan menghadapi berbagai ancaman, baik bencana alam maupun nonalam.

Menurutnya, berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI), Kabupaten Morowali termasuk wilayah dengan tingkat risiko bencana yang tinggi sehingga memerlukan sistem penanggulangan yang tangguh dan terintegrasi.

“Pembentukan Tim Reaksi Cepat Multisektor menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari kaji cepat di lapangan, penanganan darurat hingga pengoperasian Pos Komando saat terjadi bencana,” ujar Iriane.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dibebankan hanya kepada BPBD, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, media, relawan, dan masyarakat.

Iriane juga berharap TRC yang dibentuk tidak sekadar menjadi struktur administratif, tetapi memiliki personel yang terlatih, sistem komunikasi yang efektif, serta mampu memberikan respons cepat dan terkoordinasi ketika terjadi keadaan darurat.

Melalui pembentukan TRC Multisektor ini, Pemerintah Kabupaten Morowali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesiapsiagaan daerah sekaligus memperkuat perlindungan masyarakat dari berbagai potensi risiko bencana di tengah laju pembangunan yang terus berkembang.ipul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.