Radarnasional,PALU – Sepuluh hari telah berlalu sejak tragedi pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Namun hingga Rabu (5/8/2026), terduga pelaku, Aan Kurniawan, masih belum berhasil ditangkap.
Di tengah belum tertangkapnya terduga pelaku, duka keluarga korban semakin mendalam. Nur Hanissa, yang sempat bertahan selama 10 hari menjalani perawatan intensif akibat luka berat, akhirnya meninggal dunia. Sebelumnya, suaminya Jamil (32) dan putra mereka Rizki (2) lebih dahulu tewas saat peristiwa tragis pada 26 Juli 2026.
Dengan meninggalnya Nur Hanissa, seluruh anggota keluarga yang menjadi korban dalam tragedi tersebut kini telah berpulang.
Lambatnya penangkapan terduga pelaku pun menjadi sorotan masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan mengapa setelah 10 hari pengejaran, pelaku masih belum berhasil diamankan.
Menanggapi hal itu, Kasatreskrim Polresta Palu AKP Ismail alias Bobby mengatakan penyidik masih terus melakukan pengejaran. Polisi telah membujuk ibu terduga pelaku agar memberikan informasi mengenai keberadaan anaknya, sementara Direktorat Siber Polda Sulawesi Tengah dilibatkan untuk melacak komunikasi yang diduga berkaitan dengan pelarian terduga pelaku.
“Kami juga sudah meminta Siber Polda melacak siapa saja yang berhubungan dengan mamanya. Nanti kami analisa apakah ada komunikasi dengan pelaku. Mohon doanya,” ujar AKP Ismail.
Polisi juga memastikan tetap mendalami informasi terkait pesan bernada ancaman yang sempat diterima Ketua RT di Kelurahan Duyu. Meski pengirim telah diamankan dan mengaku hanya iseng, penyidik menegaskan motif di balik tindakan tersebut masih terus didalami.
Hingga kini, perburuan terhadap terduga pelaku masih berlangsung. Sementara itu, masyarakat berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku agar rasa keadilan bagi tiga korban yang telah meninggal dunia dapat segera terwujud.






