14 Hari Dibina, Anak Terlantar dari 5 Daerah di Sulteng Dibekali Life Skill

oleh -429 Dilihat

RADARNASIONAL, PALU — Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah kembali memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak yang membutuhkan pengasuhan dan pendampingan sosial.

Melalui UPT Panti Sosial Anak, Dinas Sosial Sulteng menggelar kegiatan pengasuhan melalui penjangkauan dan rujukan lembaga, komunitas, serta anak, Kamis (20/8/2026).

Foto :kegiatan pengasuhan melalui penjangkauan dan rujukan lembaga, komunitas, serta anak, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di UPT Panti Sosial Anak, Jalan Tomampe, Palu Barat, tersebut dibuka Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Rifki Anata Mustaqim, M.Si., yang diwakili Kepala UPT Panti Sosial Anak, Rachman Yape, S.Psi., M.Psi., Psikolog.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengasuhan. Para peserta juga mendapatkan pelatihan life skill selama 14 hari sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri dan kemandirian.

Peserta kegiatan berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Tengah, yakni Kabupaten Poso, Donggala, Sigi, Parigi Moutong dan Kota Palu.

Program tersebut menjadi salah satu bentuk intervensi sosial untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak agar dapat mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Kepala UPT Panti Sosial Anak, Rachman Yape, mengatakan pihaknya ingin memastikan anak-anak tidak hanya mendapatkan pendampingan, tetapi juga memiliki bekal untuk menghadapi kehidupan ke depan.

“Kegiatan ini bukan sekadar memberikan pelatihan, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan bekal untuk mengenali potensi dirinya, membangun kepercayaan diri, dan perlahan mampu hidup mandiri. Kami ingin mereka melihat bahwa kondisi hari ini bukan penentu masa depan mereka,” ujarnya.

Selama dua pekan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan yang diarahkan untuk membangun keterampilan hidup.

Menurut Rachman, waktu 14 hari tersebut diharapkan menjadi momentum bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus membangun karakter.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga pengalaman, kedisiplinan, dan motivasi untuk terus berkembang setelah kembali ke lingkungan masing-masing,” katanya.

Ia menambahkan, setiap anak memiliki potensi yang dapat dikembangkan apabila mendapatkan pendampingan dan kesempatan yang tepat.

“Setiap anak memiliki potensi dan masa depan. Tugas kita adalah memberikan ruang, pendampingan, serta kesempatan agar potensi itu bisa tumbuh dan menjadi bekal mereka untuk meraih kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Program ini diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan selama 14 hari selesai. Anak-anak diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, anak-anak dapat membawa pulang bukan hanya keterampilan, tetapi juga keyakinan bahwa mereka mampu berdiri sendiri dan memiliki masa depan yang layak,” pungkasnya.

Dengan adanya program tersebut, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi anak-anak untuk tumbuh, berkembang dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mandiri.

Editor: Radar Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.