Pelarian Aan Kurniawan Berakhir! Kini Pra-Rekonstruksi Bongkar Detik-Detik Pembunuhan 3 Nyawa di Duyu, Komitmen Satreskrim Polresta Palu Ungkap Tuntas

oleh -375 Dilihat
Screenshot

RADARNASIONAL,PALU – Pelarian Aan Kurniawan akhirnya terhenti. Setelah diduga bersembunyi untuk menghindari kejaran polisi, terduga pelaku pembunuhan tiga orang di Duyu, Kota Palu, berhasil diamankan Satreskrim Polresta Palu.

Aan diamankan pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Penangkapan itu menjadi titik balik pengungkapan kasus pembunuhan yang menggemparkan warga tersebut.

Foto : Prarekontruksi pembunuhan di duyu

Sehari kemudian, Kamis (27/8/2026) pagi, lokasi kejadian kembali dipenuhi aparat kepolisian.

Foto : Pengamanan diperketat dengan melibatkan personel Polresta Palu, Polsek Palu Selatan, Polsek Palu Barat serta dukungan Sat Brimob Polda Sulawesi Tengah.

Satreskrim Polresta Palu menggelar pra-rekonstruksi di Jalan S. Manonda, Lorong PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

Di tempat yang sebelumnya menjadi lokasi tragedi berdarah itu, terduga pelaku diminta memperagakan kembali rangkaian kejadian.

Setiap gerakan diperhatikan secara teliti oleh penyidik. Posisi korban, pergerakan terduga pelaku hingga rangkaian tindakan yang diduga dilakukan sebelum tiga nyawa melayang kembali ditelusuri.

Pra-rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan terduga pelaku dengan barang bukti, keterangan saksi dan berbagai petunjuk yang telah dikumpulkan penyidik.

Polisi berusaha menjawab satu per satu pertanyaan besar di balik tragedi tersebut: bagaimana pembunuhan itu terjadi, apa yang dilakukan pelaku, dan apa yang menjadi pemicu hingga tiga orang kehilangan nyawa?

Pra-rekonstruksi dipimpin langsung Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail Boby, S.H., M.H.

Wakapolresta Palu turut hadir didampingi Kabagren Polresta Palu. Pengamanan diperketat dengan melibatkan personel Polresta Palu, Polsek Palu Selatan, Polsek Palu Barat serta dukungan Sat Brimob Polda Sulawesi Tengah.

Perhatian warga terhadap kasus tersebut membuat polisi tidak ingin mengambil risiko. Setiap tahapan dilakukan secara ketat agar proses pra-rekonstruksi berjalan aman.

Sebelumnya, Aan diketahui sempat bersembunyi di sebuah gubuk tak berpenghuni di kawasan Balaroa.

Satreskrim Polresta Palu akhirnya menemukan keberadaannya dan mengamankannya di rumah keluarganya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sebilah pisau pendek yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Tragedi ini merenggut tiga nyawa. Jamil bersama istri dan anaknya ditemukan menjadi korban dalam peristiwa yang terjadi di tempat usaha pemotongan ayam.

Penyelidikan awal polisi mengarah pada dugaan motif sakit hati. Aan diketahui merupakan rekan kerja korban.

Namun polisi masih terus mendalami motif dan seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan fakta hukum berdasarkan bukti yang ada.

AKP Ismail menegaskan penyidik tidak akan lengah dalam mengungkap kasus tersebut.

“Dalam proses ini kami tetap bekerja keras melakukan segala progres dan tidak sedikit pun kami lengah. Pola kerja keras tim di lapangan adalah bukti bahwa kami bersungguh-sungguh,” tegas Ismail.

Kini Aan telah berada dalam penguasaan polisi.Pelariannya berakhir. Tetapi misteri pembunuhan tiga nyawa itu belum sepenuhnya selesai.

Melalui pra-rekonstruksi, Satreskrim Polresta Palu membongkar kembali jejak tragedi tersebut—adegan demi adegan, langkah demi langkah—untuk menemukan gambaran utuh tentang malam berdarah yang mengubah Duyu menjadi lokasi tragedi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.