RADARNASIONAL,PALU – Nasib Provinsi Sulawesi Tengah sebagai calon tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX 2027 kembali menjadi perhatian. Setelah sebelumnya status Sulteng sebagai tuan rumah sempat dicabut oleh Korminas, kini muncul kembali harapan bahwa agenda olahraga masyarakat berskala nasional tersebut dapat tetap dilaksanakan di Sulawesi Tengah.
Harapan itu mencuat setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadwalkan rapat koordinasi bersama Korminas yang berlangsung di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin (31/8/2026) pukul 14.00 WITA.
Rapat tersebut menjadi penting karena sebelumnya penyelenggaraan FORNAS IX 2027 di Sulteng sempat diwarnai polemik. Persoalan tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan KORMI Sulteng, hingga kemudian status Sulteng sebagai tuan rumah dikabarkan sempat dicabut oleh Korminas.
Kini, pertemuan dengan Korminas kembali digelar. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi sekaligus harapan di tengah masyarakat olahraga di Sulawesi Tengah bahwa kesempatan menjadi tuan rumah FORNAS IX 2027 masih terbuka.
Surat undangan rapat diketahui telah ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Novalina.
Dalam agenda tersebut, sejumlah pejabat daerah turut diundang. Mulai dari Gubernur Sulawesi Tengah, para bupati dan wali kota, hingga sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Kehadiran sejumlah unsur pemerintahan dalam rapat tersebut dinilai menunjukkan bahwa persoalan FORNAS IX 2027 masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Namun demikian, hingga rapat tersebut berlangsung belum ada keterangan resmi yang memastikan bahwa FORNAS IX 2027 akan kembali ditetapkan atau tetap dilaksanakan di Sulawesi Tengah.
Karena itu, informasi mengenai Sulteng yang disebut kembali menjadi tuan rumah belum dapat dipastikan sepenuhnya sebelum adanya keputusan resmi dari Korminas maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Pertemuan tersebut lebih tepat dipandang sebagai bagian dari proses koordinasi dan pembahasan mengenai kelanjutan penyelenggaraan FORNAS IX 2027.
Sebelumnya, polemik mengenai status tuan rumah menjadi perhatian publik. Apalagi FORNAS merupakan salah satu agenda olahraga masyarakat berskala nasional yang melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Jika nantinya Sulteng kembali dipercaya sebagai tuan rumah, tentu diperlukan kesiapan besar, mulai dari venue pertandingan, akomodasi, transportasi, keamanan, kesehatan, hingga kesiapan masing-masing daerah yang kemungkinan akan menjadi lokasi kegiatan.
Sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah juga berpotensi dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan apabila keputusan final nantinya menetapkan Sulteng sebagai tuan rumah.
Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, kepastian tersebut tentu menjadi hal yang ditunggu. Sebab, menjadi tuan rumah FORNAS tidak hanya berkaitan dengan kegiatan olahraga masyarakat, tetapi juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor pariwisata, ekonomi lokal, UMKM, perhotelan, transportasi, serta promosi daerah.
Meski demikian, seluruh harapan tersebut masih bergantung pada hasil koordinasi dan keputusan resmi dari pihak yang memiliki kewenangan.
Apakah FORNAS IX 2027 benar-benar akan kembali ke Palu dan Sulawesi Tengah?
Untuk saat ini, jawabannya masih menunggu kepastian.
Rapat koordinasi bersama Korminas pada Senin sore menjadi salah satu momentum penting untuk mengetahui arah penyelenggaraan FORNAS IX 2027. Publik kini menunggu apakah pertemuan tersebut akan menjadi jalan terbuka bagi Sulteng untuk kembali menjadi tuan rumah, atau justru menghasilkan keputusan berbeda.
Yang jelas, belum ada pernyataan resmi yang memastikan FORNAS IX 2027 kembali ke Sulteng. Harapan itu kini muncul dari adanya pertemuan dan koordinasi yang kembali dilakukan antara pihak terkait.







