Bukan Sekadar Jembatan, Anwar Hafid Sebut Wombo Kalonggo Jadi “Tol Desa” Penghubung Warga

oleh -312 Dilihat
Screenshot

RADARNASIONAL,DONGGALA — Sebuah jembatan mungkin hanya terlihat sebagai bentangan beton dan besi. Namun bagi warga Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, akses tersebut menjadi penghubung penting untuk aktivitas sehari-hari.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid pun menaruh perhatian terhadap pembangunan Jembatan Wombo Kalonggo saat mengunjungi lokasi tersebut, Minggu (4/10/2026).

Di hadapan masyarakat, Anwar menyebut jembatan itu bukan sekadar proyek infrastruktur. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya membuka konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat.

“Ini sebenarnya jembatan jalan kabupaten, tetapi karena kita membantu pemerintah kabupaten dalam kondisi keuangan yang tidak memungkinkan, kita membantu pemerintah,” kata Anwar.

Menurutnya, jalur tersebut memiliki posisi vital karena menghubungkan sejumlah wilayah, termasuk Desa Wombo, Wombo Kalonggo dan Wombo Mpanau.

Ia bahkan menyebut pembangunan akses tersebut sebagai bagian dari semangat Berani Lancar.

“Ini jalur yang sangat vital bagi masyarakat antara dua desa. Ini sama dengan Berani Lancar, namanya tol desa,” ujarnya.

Bagi Anwar, konektivitas tidak boleh berhenti pada satu titik. Jalan dan jembatan harus mampu membuka pilihan akses bagi masyarakat sekaligus memperpendek jarak menuju pusat ekonomi dan pelayanan publik.

Karena itu, Pemprov Sulteng juga mendorong pengembangan konektivitas dari wilayah Siniu menuju Pantolon.

Rencana tersebut dinilai memiliki arti strategis karena kawasan Siniu diproyeksikan berkembang sebagai salah satu kawasan industri, termasuk industri pengolahan baterai dan industri pendukung lainnya.

“Kalau Kebun Kopi macet, bisa lewat Siniu, bisa lewat Sausu. Kira-kira begitu. Jadi, kita ingin membangun konektivitas yang memberikan pilihan akses bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Dari Jembatan ke Program 9 BERANI

Di hadapan masyarakat, Anwar juga menyampaikan perkembangan sejumlah program unggulan Pemprov Sulteng yang dikenal dengan 9 BERANI.

Program Berani Cerdas, kata dia, telah memberikan manfaat kepada sekitar 47 ribu mahasiswa melalui pembiayaan pendidikan.

Sementara Berani Sehat disebut telah dimanfaatkan sekitar 270 ribu masyarakat Sulawesi Tengah.

“Rakyat Sulawesi Tengah yang berobat, tidak memiliki BPJS, menunggak iuran BPJS, atau penyakitnya tidak ditanggung BPJS, bisa berobat karena ada Berani Sehat. Cukup dengan KTP,” tegasnya.

Menurut Anwar, pembangunan dan pelayanan publik harus diarahkan untuk mengurangi beban masyarakat.

“Pemimpin harus mau mencintai rakyatnya terlebih dahulu dan mengurangi beban rakyatnya,” katanya.

Ia menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh membuat pemerintah berhenti bekerja. Pembangunan tetap dilakukan dengan menentukan skala prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Untuk menampung keluhan warga, Pemprov Sulteng juga menyediakan layanan Berani Samporoa melalui nomor 0811-6662-222 yang disiapkan menerima pengaduan masyarakat selama 24 jam.

1.500 Paket Sembako untuk Warga

Kunjungan Anwar Hafid ke Wombo Kalonggo juga diwarnai dialog bersama masyarakat dan penyerahan bantuan sosial.

Sebanyak 1.500 paket sembako disalurkan kepada masyarakat di tiga desa. Masing-masing desa menerima 500 paket.

Momentum tersebut dimanfaatkan gubernur untuk menyerap aspirasi warga sekaligus mendengar langsung berbagai kebutuhan pembangunan di tingkat desa.

Kegiatan turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, anggota DPRD Kabupaten Donggala Mas Ali, S.AP., Camat Tanantovea, sejumlah pimpinan OPD Pemprov Sulteng, kepala desa dan BPD Wombo, Wombo Kalonggo dan Wombo Mpanau, kepala dusun, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, ketua karang taruna serta majelis taklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.