IMIP Buka Keran Ekonomi Bahodopi, 100 Ribu Pekerja Jadi Penggerak Ribuan Usaha Warga

oleh -316 Dilihat
Screenshot

RADARNASIONAL,MOROWALI — Raungan ribuan sepeda motor yang memadati jalan Bahodopi setiap pergantian sif bagi Fitra bukan sekadar kebisingan. Di baliknya, ada peluang ekonomi yang terus terbuka.

Fitra mulai membuka bengkel motor di Desa Siumbatu pada 2017. Setahun kemudian, usahanya dipindahkan ke Bahodopi. Setelah 14 tahun bekerja di sektor tambang di Kalimantan dan terdampak pandemi Covid-19, ia memilih fokus mengembangkan usaha sendiri.

Keputusan itu terbukti membuka jalan baru. Sekitar 90 persen pelanggan Bengkel Segar Jaya Berkah kini merupakan karyawan kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Usahanya berkembang menjadi enam cabang dengan lebih dari 50 karyawan. Bahkan, upah mekanik di bengkelnya dapat mencapai Rp8 juta per bulan.

Perubahan serupa terjadi di berbagai sektor usaha di Bahodopi. Kehadiran kawasan industri IMIP tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi turut mendorong tumbuhnya usaha masyarakat di sembilan desa di Kecamatan Bahodopi.

Data HR Department PT IMIP mencatat jumlah tenaga kerja terus melonjak. Dari 35.592 orang pada 2020, jumlahnya meningkat menjadi 86.804 orang pada 2025. Hingga September 2026, jumlah pekerja di kawasan IMIP mencapai 100.310 orang, terdiri dari 91.904 laki-laki dan 8.406 perempuan.

Besarnya jumlah pekerja menciptakan perputaran ekonomi yang ikut dirasakan masyarakat sekitar. Pada 2025, ketika jumlah pekerja mencapai 86.804 orang, perputaran uang di Bahodopi diperkirakan mencapai Rp499,1 miliar per bulan atau sekitar Rp6 triliun dalam setahun.

Head of Media Department PT IMIP Dedy Kurniawan mengatakan pertumbuhan kawasan industri turut mendorong sektor usaha masyarakat.

“Pertumbuhan kawasan yang begitu masif turut mendorong sektor usaha di Bahodopi ikut berkembang,” kata Dedy, Jumat (2/10/2026).

Riset SGA Department IMIP mencatat sejumlah usaha yang berkembang pesat, antara lain 981 unit kios Pertamini, 735 stan minuman, 670 stan makanan nonbangunan, 648 kios umum dan 591 warung makan.

Geliat ekonomi juga dirasakan Ayu Lestari Rahman, warga Desa Fatufia. Melihat kesibukan pekerja industri, Ayu bersama suaminya membuka usaha laundry BlueSea pada 2022.

Bermodal Rp20 juta dan satu mesin cuci, BlueSea kini mampu menangani sekitar 200 kilogram pakaian per hari. Pelanggannya berasal dari pekerja, kontraktor, pedagang hingga masyarakat sekitar.

Dengan omzet sekitar Rp35 juta per bulan, laundry tersebut kini menjadi sumber pendapatan utama keluarga Ayu.

“Semoga IMIP terus berkembang dan bisa terus menyerap tenaga kerja. Kalau karyawan sudah capek bekerja, jangan capek lagi mencuci. Bawa saja ke sini,” ujarnya.

Geliat bengkel, laundry, warung makan, kios hingga berbagai usaha jasa tersebut menunjukkan bahwa aktivitas industri di Bahodopi telah menciptakan rantai ekonomi yang menjalar hingga ke masyarakat sekitar.ifull

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.