Dosen FJ Bantah Perintahkan Kekerasan di Untad, Dekan: Tak Ada Alasan Main Hakim Sendiri

oleh -321 Dilihat
Screenshot

Radarnasional,Palu-Kasus dugaan kekerasan terhadap mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) berlanjut ke ranah hukum. Dosen berinisial FJ membantah pernah meminta atau mengarahkan mahasiswa senior melakukan kekerasan terhadap mahasiswa yang sebelumnya ditegur.

FJ mengaku baru mengetahui dugaan pemukulan tersebut sekitar pukul 20.24 Wita setelah mendapat informasi dari Ketua Himpunan Mahasiswa Arsitektur.

“Saya tidak pernah meminta, mengarahkan, maupun menginstruksikan mahasiswa lain melakukan kekerasan terhadap mahasiswa tersebut,” tegas FJ.

Menurut FJ, tindakan tersebut terjadi tanpa sepengetahuan maupun instruksinya. Ia juga mengaku telah bertemu dengan orang tua mahasiswa dan kedua pihak sempat menyampaikan permintaan maaf serta sepakat berdamai.

Namun, mahasiswa yang mengaku menjadi korban kemudian melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada kepolisian.

Dekan Fakultas Teknik Untad, Andi Arham Adam, menyayangkan dugaan kekerasan tersebut. Ia menegaskan persoalan di lingkungan kampus harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku, bukan dengan kekerasan atau main hakim sendiri.

“Mahasiswa tidak boleh terlalu reaktif terhadap sesuatu yang terjadi, apalagi sampai melakukan main hakim sendiri,” ujar Andi.

Fakultas Teknik Untad kini mengawal penanganan kasus tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.