Anwar Hafid Ingatkan Istri Birokrat di Sulteng: Dorong Suami Naik Jabatan karena Prestasi, Bukan Kedekatan

oleh -339 Dilihat
Screenshot

RADARNASIONAL,MOROWALI – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan pentingnya peran istri dalam membentuk birokrat yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Anwar saat membuka Forum Komunikasi (Forkom) III Dharma Wanita Persatuan (DWP) se-Sulawesi Tengah Tahun 2026 di GOR Peapua Abdurrabie, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Kamis (8/10/2026).

Didampingi Ketua TP PKK Sulteng sekaligus Penasehat DWP, Sry Nirwanti Bahasoan, Anwar mengingatkan anggota DWP agar tidak memaknai personal branding sebatas penampilan atau aktivitas di media sosial.

Menurutnya, personal branding harus tercermin melalui karakter, integritas, dan sikap dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendukung suami menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.

“Ibu-ibu punya peran besar dalam membangun Sulawesi Tengah dan 13 kabupaten/kota. Kalau bupati, wali kota, atau gubernur berhasil, Ibu-ibu juga punya andil di dalamnya. Karena itu, jangan memahami personal branding hanya sebatas media sosial,” tegas Anwar.

Ia juga menyoroti paradigma birokrasi yang dinilainya perlu terus diubah, dari pola pikir penguasa menjadi pelayan masyarakat.

Anwar menegaskan, seorang birokrat seharusnya aktif mendatangi dan melayani masyarakat, bukan justru menunggu masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan.

“Pelayan rakyat itu dia yang mencari rakyat untuk melayani, bukan rakyat yang mencari dia untuk dilayani. Ini paradigma yang harus kita geser,” ujarnya.

Bahkan, Anwar mencontohkan kebiasaannya menerima masyarakat sejak selepas salat Subuh. Menurutnya, pelayanan publik tidak semestinya hanya terpaku pada jam kerja apabila masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah.

Tak hanya soal pelayanan, Gubernur juga menitipkan pesan kepada para istri birokrat agar mendorong suami meraih jabatan berdasarkan kemampuan dan prestasi, bukan kedekatan politik maupun hubungan pribadi.

“Dorong suaminya mendapatkan jabatan karena karyanya, bukan karena pendekatannya. Kita membutuhkan orang yang mendapatkan jabatan karena prestasinya,” tegasnya.

Sementara itu, Sry Nirwanti Bahasoan mengatakan personal branding bukan sekadar citra yang ditampilkan di ruang publik, melainkan cerminan nilai, karakter, kompetensi, dan konsistensi seseorang.

Ia mendorong anggota DWP memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan karya, membangun jejaring, serta menyebarkan pesan positif kepada masyarakat.

Sry berharap DWP semakin dikenal melalui kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan pemberdayaan perempuan, bukan hanya melalui kegiatan seremonial.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai bagian dari kekuatan pembangunan daerah.

Forkom III DWP Sulteng diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat peran perempuan, mendukung keluarga yang berintegritas, serta mendorong terwujudnya Sulawesi Tengah yang maju dan Namboso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.