RADARNASIONAL,PALU – Tragedi bentrokan antara warga Kelurahan Anoa dan Kelurahan Nunu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang merenggut satu nyawa, kini memasuki tahap pendalaman penyidikan. Polisi mulai merangkai kembali detik-detik mencekam yang berujung pada jatuhnya korban jiwa.

Polda Sulawesi Tengah bersama Polresta Palu menggelar prarekonstruksi di kawasan Jembatan Lalove, Sabtu (31/10/2026), mulai pukul 10.00 WITA. Kegiatan ini dilakukan untuk menelusuri rangkaian peristiwa bentrokan yang terjadi pada Rabu sore hingga petang lalu.

Prarekonstruksi tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polresta Palu AKP Ismail Bobby. Turut hadir Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Suryono bersama Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena.
Pengamanan di sekitar lokasi juga diperketat. Sejumlah personel Brimob Polda Sulawesi Tengah dan anggota TNI tampak bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan selama proses prarekonstruksi berlangsung.
Penyidik memfokuskan penelusuran pada sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan lokasi penembakan hingga menyebabkan seorang warga meninggal dunia.
Sejumlah titik kejadian dicocokkan berdasarkan keterangan saksi, termasuk keterangan para korban yang sebelumnya telah diperiksa penyidik. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai posisi para pihak dan urutan kejadian saat bentrokan berlangsung.
Hingga kini, sedikitnya 11 orang telah dimintai keterangan. Empat di antaranya merupakan korban yang masih menjalani perawatan medis akibat luka-luka dalam bentrokan tersebut.
Meski prarekonstruksi telah dilakukan, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak kepolisian mengenai hasil kegiatan tersebut.
Namun, berdasarkan informasi dari sejumlah personel kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi dan enggan disebutkan namanya, prarekonstruksi dilakukan untuk menelusuri serta mencocokkan rangkaian kejadian, terutama titik lokasi korban terkena tembakan.
Polisi juga berencana menggelar prarekonstruksi lanjutan guna memastikan titik pasti lokasi korban terkena tembakan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Sebelumnya, bentrokan antara warga Anoa dan Nunu pecah pada Rabu sore hingga petang. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia setelah terkena tembakan senapan angin, sementara sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Kini, penyidik masih berupaya mengurai setiap potongan peristiwa. Bagaimana bentrokan itu terjadi, dari mana tembakan berasal, dan siapa pihak yang bertanggung jawab masih menjadi pertanyaan yang menunggu jawaban.
Satu nyawa telah melayang di tengah konflik antarwarga. Publik kini menanti pengungkapan fakta dan kepastian hukum atas tragedi berdarah di Jembatan Lalove.AD








