65.965 Karyawan PT IMIP Lulusan SMA/SMK, Gen Z Kuasai 60 Persen Tenaga Kerja

oleh -476 Dilihat
Screenshot

MOROWALI, RADARNASIONAL.NET – Industri pengolahan nikel di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menjadi salah satu penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Menariknya, mayoritas pekerja di kawasan industri tersebut berasal dari lulusan SMA dan SMK.

Foto: mayoritas pekerja di kawasan industri tersebut berasal dari lulusan SMA dan SMK.

Berdasarkan data Departemen HR PT IMIP per 24 Oktober 2026, dari total 101.846 karyawan, sebanyak 65.965 orang atau 64,77 persen merupakan lulusan SMA/SMK sederajat.

Sementara itu, pekerja lulusan sarjana (S1) tercatat sebanyak 28.623 orang atau 28,10 persen. Kemudian lulusan diploma sebanyak 4.766 orang atau 4,68 persen, sedangkan lulusan SD, SMP, hingga pascasarjana mencapai 2.492 orang atau 2,45 persen.

Dominasi lulusan SMA/SMK tersebut memperlihatkan besarnya keterlibatan tenaga kerja dengan pendidikan menengah dalam aktivitas industri pengolahan mineral.

Tak hanya dari sisi pendidikan, komposisi usia pekerja juga didominasi generasi muda. Sebanyak 61.169 karyawan atau 60,06 persen masuk kategori Generasi Z (Gen Z), yakni kelompok usia 17–29 tahun.

Adapun generasi milenial berusia 30–45 tahun tercatat sebanyak 38.750 orang atau 38,05 persen. Sementara pekerja berusia 46 tahun ke atas hanya 1.927 orang atau sekitar 1,89 persen.

Media Department Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, mengatakan dominasi Gen Z menunjukkan besarnya peran generasi muda dalam kegiatan industri, baik pada bagian operasional produksi maupun fungsi pendukung lainnya.

Menurutnya, bekerja di sektor industri bukan sekadar mendapatkan penghasilan, tetapi juga menjadi kesempatan membangun pengalaman profesional, meningkatkan keterampilan teknis, serta memahami standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Namun, besarnya peluang kerja tersebut juga harus diimbangi kesiapan sumber daya manusia. Perkembangan teknologi industri menuntut pekerja memiliki kemampuan beradaptasi, disiplin, serta kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi.

“Ke depan, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja muda memiliki kompetensi memadai, berada pada lingkungan kerja aman, dan mempunyai kesempatan berkembang secara profesional,” ujar Dedy, Kamis (5/11/2026).

Ia berharap keberadaan kawasan industri IMIP dapat membuka ruang lebih luas bagi generasi muda, khususnya tenaga kerja lokal, untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus mengambil bagian dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Besarnya jumlah pekerja lulusan SMA/SMK dan dominasi Gen Z menjadi gambaran pentingnya industri sebagai ruang penyerapan tenaga kerja. Namun, peningkatan kualitas keterampilan dan kesempatan pengembangan karier tetap menjadi pekerjaan penting agar tenaga kerja lokal tidak hanya menjadi bagian dari industri, tetapi juga mampu berkembang bersama pertumbuhannya. (FUL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.