Anwar Hafid: Percuma Bergelar Profesor Kalau Tak Punya Akhlak!

oleh -307 Dilihat
Screenshot

LUWUK, RADARNASIONAL – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga membangun akhlak, kejujuran dan karakter dalam kehidupan.

Pesan tegas itu disampaikan Anwar saat memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Luwuk, Kabupaten Banggai, Rabu (4/11/2026).

Di hadapan civitas akademika, Anwar menegaskan bahwa tingginya pendidikan seseorang tidak otomatis membuatnya dihormati jika tidak memiliki moral dan perilaku yang baik.

“Biar gelarnya profesor, tapi kalau tidak punya akhlak, tidak akan ada orang yang meliriknya,” tegas Anwar.

Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan karakter moral. Ia menyebut kejujuran dan kerendahan hati sebagai dua nilai penting yang wajib dimiliki setiap orang.

Kejujuran, kata dia, menjadi fondasi membangun kepercayaan. Sementara kerendahan hati membuat seseorang tetap dihargai, meskipun memiliki ilmu tinggi dan jabatan penting.

Tak hanya soal akhlak, Anwar juga mengingatkan pentingnya karakter kinerja, terutama kesungguhan dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap pekerjaan.

Dalam kesempatan itu, Anwar turut menceritakan perjalanan hidupnya ketika harus bekerja sebagai buruh bongkar muat demi membiayai kuliah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan kuat memperjuangkan pendidikan gratis bagi masyarakat Sulawesi Tengah melalui program Berani Cerdas.

Ia menyebut alokasi anggaran program tersebut kini telah mencapai Rp367 miliar yang bersumber dari APBD Sulawesi Tengah.

“Saya tidak mau ada anak Sulteng yang merasakan penderitaan saya. Orang tua setengah mati kalau anaknya sudah minta uang untuk bayar uang kuliah,” ungkapnya.

Anwar berharap program tersebut dapat membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda Sulawesi Tengah untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terbebani persoalan biaya.

Melalui kuliah umum tersebut, ia kembali mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang bukan semata-mata diukur dari gelar, melainkan juga dari integritas, perilaku dan tanggung jawabnya terhadap sesama.

Kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulteng, Sry Nirwanti Bahasoan, Rektor Universitas Muhammadiyah Luwuk Dr. Sutrisno K. Djawa, jajaran wakil rektor, para dekan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sulteng serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

RADARNASIONAL.NET

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.