RADARNASIONAL-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memanggil Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membahas situasi keamanan nasional terkini. Pertemuan tersebut berlangsung di Bogor dan difokuskan pada evaluasi terhadap eskalasi aksi unjuk rasa yang marak dalam beberapa hari terakhir.
Dalam rapat itu, Presiden Prabowo memberikan instruksi tegas agar aparat TNI dan Polri tidak ragu menindak para pelaku aksi anarkis. “Negara tidak boleh kalah dengan tindakan-tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” tegas Presiden.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi forum evaluasi atas perkembangan keamanan, terutama terkait unjuk rasa di sejumlah daerah yang dinilai sudah melampaui batas aturan.
“Kami baru saja bersama Bapak Panglima dan beberapa menteri terkait dipanggil oleh Bapak Presiden untuk melaksanakan evaluasi terkait perkembangan situasi terkini,” ungkapnya.
Listyo menambahkan bahwa eskalasi aksi dalam dua hari terakhir menunjukkan adanya kecenderungan tindakan anarkis. Beberapa insiden berupa pembakaran gedung, perusakan fasilitas umum, hingga penyerangan terhadap markas dan area publik menjadi sorotan utama.
“Kalau kita melihat bahwa eskalasi yang terjadi dua hari ini kecenderungannya terjadi tindakan anarkis di beberapa wilayah. Mulai dari pembakaran gedung, fasilitas umum, hingga penyerangan markas. Semua ini adalah tindak pidana dan akan ditindak tegas,” tegas Kapolri.
Dengan instruksi langsung dari Presiden, TNI dan Polri kini diminta memperkuat koordinasi serta bertindak cepat agar keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
ad








