Jalan Provinsi Tomata–Gontara Berlumpur dan Rusak Berat, Jalur Maut Dibiarkan?

oleh -1565 Dilihat

RadarNasional,Sulteng-Jalan provinsi Sulawesi Tengah di kawasan Tomata–Saemba–Tomata hingga Gontara, Kabupaten Morowali utara , kini tak ubahnya lintasan lumpur. Aspal rusak, badan jalan menyempit, dan ketika hujan turun, ruas ini berubah menjadi jebakan berbahaya bagi setiap kendaraan yang melintas.

Lumpur tebal menutup permukaan jalan, membuat kendaraan mudah tergelincir dan kehilangan kendali. Kondisi ini diduga kuat menjadi penyebab utama mobil berulang kali masuk jurang di jalur tersebut. Bukan karena kelalaian semata, melainkan karena jalan memang tidak lagi layak dilalui.

Fakta di lapangan menunjukkan, jalan ini sudah lama dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Ironisnya, kerusakan justru semakin parah tanpa penanganan berarti. Tidak ada pelebaran, tidak ada pembenahan drainase, bahkan pengamanan dasar di titik rawan jurang pun nyaris nihil.

Pihak Polres Morowali Utara melalui satuan lalu lintas mengakui bahwa kecelakaan di ruas Tomata–Gontara sudah sering terjadi. Aparat menyebut kondisi jalan sangat membahayakan, terlebih saat hujan karena licin dan berlumpur. Namun pengakuan itu seolah berhenti sebatas pernyataan—tanpa tindak lanjut nyata dari pihak berwenang atas jalan provinsi tersebut.

Situasi ini memunculkan pertanyaan tajam:
apakah keselamatan warga harus selalu dikalahkan oleh janji-janji perbaikan?

Jalan provinsi seharusnya menjadi urat nadi penghubung ekonomi dan mobilitas masyarakat, bukan lintasan lumpur yang mengancam nyawa. Pembiaran berkepanjangan justru memberi kesan bahwa kecelakaan dianggap sebagai risiko biasa, bukan sebagai kegagalan pengelolaan infrastruktur.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka setiap kendaraan yang melintas bukan hanya melawan medan, tetapi juga melawan ketidakpedulian.

Kini publik menunggu langkah nyata, bukan lagi bualan rapat atau wacana anggaran. Karena bagi pengguna jalan Tomata–Gontara, lumpur di jalan adalah ancaman, dan diamnya pemerintah adalah bahaya yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.