RadarNasional,MOROWALI — Deru kendaraan bertonase besar seolah tak pernah benar-benar berhenti di jalan nasional Kabupaten Morowali. Siang dan malam, aspal digilas kendaraan besar baik dari logistik industri, roda ekonomi, dan mobilitas warga. Jalan itu bekerja keras—terlalu keras—hingga di berapa titik retakan dan lubang menjadi bagian dari keseharian yang tidak dapat di indahkan.
Wartawan Radarnasional dalam komunikasi di ruang kerja Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Tengah (BPJN Sulteng), Bambang S. Razak, S.T., M.T. Terpapar ruas jalan terbentang di kab Morowali dari Titik-titik merah yang menandai lokasi krusial dan segera untuk ditangani pada 2026.13/2/2026
Kabalai BPJN Sulteng Fokus tertuju pada ruas PPK 4.3dan PPK 4.4 jalur vital yang menjadi lintasan utama dimana ,Beban berlebih selama bertahun-tahun membuat sebagian titik mengalami penurunan kualitas signifikan.
“Tahun sebelumnya kami terkendala efisiensi sehingga belum bisa maksimal menangani ruas tersebut Namun Tahun 2026, di Satker PJN 4 ini mendapat alokasi anggaran yang lebih signifikan. Ini memberi ruang bagi kami untuk bergerak lebih optimal,” ujar Bambang.
Morowali hari ini bukan lagi wilayah sunyi. Ia adalah simpul pertumbuhan ekonomi berbasis industri. Setiap kilometer jalan nasional di sana bukan hanya menghubungkan desa dan kota, tetapi juga menggerakkan investasi, distribusi, dan produktivitas.
Karena itu, penanganan tak lagi sekadar tambal cepat. BPJN Sulteng menargetkan perbaikan menyeluruh pada titik-titik paling krusial.
Termasuk koordinasi pada jalur lintas perusahaan salah satunya Di Bungintimbe dari lintas PT SEI, agar struktur jalan mampu menahan tekanan kendaraan berat .Terpantau dilokasi sudah adanya penanganan Asphalt Milling atau Cold Milling
Di balik pembahasan teknis itu, terselip makna yang lebih besar: jalan adalah fondasi. Tanpa jalan yang kuat, pertumbuhan bisa tersendat. Tanpa perbaikan, risiko keselamatan meningkat.
Tahun 2026 ini ada harapan Dari ruang kerja balai hingga bentang aspal di lapangan, Morowali bersiap menyaksikan fase baru—ketika infrastruktur tak lagi sekadar bertahan, tetapi diperkuat untuk masa depan..
Penulis : Andrew Wattimena






