CSR IMIP Perkuat Kemandirian Ekonomi Petani Lokal

oleh -1830 Dilihat

RadarNasional,Morowali, 4 Mei 2026 – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mendorong pembangunan berkelanjutan melalui integrasi prinsip sosial dalam program pemberdayaannya. Inisiatif ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan tata kelola yang bertanggung jawab dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian dari strategi keberlanjutan kawasan industri. Termasuk memerkuat kemandirian ekonomi petani lokal di Morowali.

Head of Department CSR PT IMIP, Tommy Adi Prayogo, menjelaskan, penguatan ekonomi petani lokal menjadi upaya untuk mengurangi kesenjangan sosial sekaligus menciptakan hubungan yang lebih inklusif antara industri dan komunitas. Hingga kini, tim CSR IMIP intens memberikan pembinaan berkelanjutan. Mulai dari teknik budi daya, manajemen kelompok, hingga pemenuhan standar kualitas yang sesuai dengan kebutuhan Central Kitchen kawasan.

“Pendekatan ini juga menyentuh aspek lingkungan dengan mendorong praktik pertanian yang terencana dan efisien. Program ini dapat meningkatkan kualitas hasil tani yang ramah lingkungan. Integrasi petani ke dalam rantai pasok industri menghadirkan transparansi dan kepastian pasar,” jelas Tommy Adi Prayogo, Senin (04/05/2026). Pola kemitraan yang terstruktur membantu petani memahami standar, kontrak, serta mekanisme distribusi yang lebih profesional, sehingga mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional yang fluktuatif.

Implementasi program ini telah menghasilkan capaian konkret dengan bergabungnya dua kelompok tani sebagai pemasok di IMIP, yakni Kelompok Tani Berkah Mombula dan Kelompok Tani Sukamaju. Sejak tahun 2022, IMIP telah melaksanakan pelatihan sistem pertanian terintegrasi, serta pada 2023 lalu melakukan pendampingan kelompok tani lokal melalui bantuan sarana, prasarana, dan penguatan akses pasar.

Dengan menjadi pemasok bahan pangan ke IMIP, menjamin serapan hasil pertanian dan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Keunggulan program ini adalah pendekatan holistik yang mendorong peningkatan produktivitas, pendapatan, dan kemandirian petani di sekitar kawasan industri.

“Kelompok Tani Berkah Mombula dengan 12 anggotanya mulai menjadi supplier Central Kitchen PT IMIP sejak 2023 dan intensitas pengiriman empat hingga lima kali per bulan. Sedangkan Kelompok Tani Sukamaju yang memiliki 23 anggota mulai memasok sejak April 2025 dengan intensitas dua hingga tiga kali tiap bulan,” rinci Tommy Adi Prayogo.

Kelompok Tani Berkah Mombula telah menyuplai total 40,28 ton komoditas hortikultura seperti cabai, sayuran hijau, dan tomat. Di sisi ekonomi, pendapatan kelompok ini menunjukkan perkembangan yang dinamis, dari Rp79,58 juta pada 2023, turun di 2024 menjadi Rp33,93 juta, lalu melonjak menjadi Rp485,47 juta pada 2025. Ini menggambarkan adanya fase adaptasi sebelum mencapai skala optimal. Kelompok tani Sukamaju sendiri mencatat total serapan 30,31 ton komoditas dengan pendapatan sebesar Rp311,79 juta pada tahun 2025. Nominal tersebut menunjukkan bahwa akses pasar terintegrasi mampu menciptakan dampak ekonomi cepat bagi kelompok tani yang baru bergabung.

Pihaknya memastikan keberlanjutan praktik pertanian yang benar-benar ramah lingkungan, memerluas inklusi ke lebih banyak kelompok masyarakat, serta memerkuat sistem tata kelola agar tetap transparan dan akuntabel dalam jangka panjang. “Ke depan, IMIP menargetkan penguatan program melalui perluasan jumlah kelompok tani binaan. Kami berharap agar kawasan industri dapat menjadi katalis bagi transformasi ekonomi lokal yang lebih inklusif,” tutup Tommy Adi Prayogo. (ful)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.