Anwar Hafid Klarifikasi Polemik Aksi HMI di Tolitoli, Tegaskan Persoalan Sudah Diselesaikan

oleh -391 Dilihat

RadarNasional,PALU –  Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid akhirnya memberikan klarifikasi terkait video yang beredar luas di media sosial mengenai dialog antara dirinya dan massa aksi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tolitoli dalam demonstrasi penolakan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), Kamis (4/6/2026).

Dilansir dari media online Sambar.id Klarifikasi tersebut disampaikan setelah muncul berbagai tanggapan publik terhadap potongan video yang memperlihatkan suasana diskusi antara pemerintah daerah dan peserta aksi. Sebelumnya, sejumlah pihak meminta penjelasan terkait peristiwa yang terjadi dalam demonstrasi tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Anwar Hafid menegaskan bahwa persoalan yang muncul saat aksi berlangsung telah diselesaikan secara langsung di lapangan. Menurutnya, sejumlah pimpinan aksi telah menemuinya sebelum ia meninggalkan Kabupaten Tolitoli.

“Sebelum meninggalkan Tolitoli, beberapa pimpinan demo sudah menemui saya. Mereka meminta maaf, dan saya pun juga menyampaikan permintaan maaf. Selesai,” kata Anwar Hafid.

Ia menjelaskan, potongan video yang beredar tidak menggambarkan keseluruhan peristiwa yang terjadi saat itu. Menurut Anwar, dirinya datang menemui massa aksi sebagai bentuk penghormatan terhadap aspirasi mahasiswa yang menyuarakan penolakan terhadap aktivitas PETI.

Anwar mengaku sempat mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan perwakilan demonstran sebagai bentuk komunikasi dan penghargaan. Namun, upaya tersebut tidak mendapat respons dari pihak yang diajak berjabat tangan.

“Saya mengulurkan tangan untuk berjabat tangan, tetapi tidak diterima. Karena itu saya menyampaikan bahwa jika demikian, saya memilih meninggalkan lokasi dan tidak melanjutkan dialog,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk melihat rekaman video secara utuh agar tidak terjadi kesalahpahaman. Menurutnya, niat untuk berjabat tangan merupakan bentuk itikad baik dalam membangun komunikasi dengan peserta aksi.

Anwar juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tetap terbuka terhadap kritik dan masukan yang disampaikan mahasiswa maupun masyarakat. Ia berharap polemik yang muncul tidak menggeser fokus utama dari persoalan yang disuarakan dalam aksi, yakni penanganan aktivitas pertambangan tanpa izin.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama mencari solusi terhadap persoalan PETI yang menjadi perhatian masyarakat,” katanya.

Aksi HMI Cabang Tolitoli sendiri digelar sebagai bentuk protes terhadap maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dinilai berdampak terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Rn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.