“Musibah Memanggil, Anwar Hafid Tinggalkan Panggung Nasional & Langsung Meninjau Warga Di Kab Sigi”.

oleh -375 Dilihat

RadarNasional,SIGI – Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada 16 Juni 2026 masih menyisakan trauma mendalam bagi masyarakat. Di tengah suasana duka dan kecemasan warga, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memilih turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan maksimal.

Sehari setelah gempa terjadi, Rabu (17/6/2026), Anwar Hafid meninjau lima desa terdampak di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, yakni Desa Bulili, Sopu, Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B.

Kehadiran gubernur di tengah masyarakat menjadi perhatian tersendiri. Sebelumnya, Anwar Hafid tengah menjalankan agenda nasional sebagai narasumber dalam Forum Group Discussion (FGD) DPD RI di Senayan, Jakarta. Namun saat Sulawesi Tengah dilanda musibah, fokus perhatiannya beralih kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan dan kepastian dari pemerintah.

Didampingi Kapolda Sulawesi Tengah, Pangdam, perwakilan BNPB Pusat, Danrem, serta unsur Forkopimda lainnya, Anwar Hafid melakukan peninjauan lapangan sekaligus berdialog langsung dengan para kepala desa dan warga terdampak.

Dari hasil pertemuan tersebut, kebutuhan mendesak masyarakat antara lain air bersih, tenda darurat, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan bagi anak-anak. Warga masih memilih bertahan di sekitar rumah mereka karena khawatir terjadi gempa susulan dan trauma akibat pengalaman bencana sebelumnya.

Kondisi paling berat terjadi di Desa Kamarora B. Di wilayah ini, trauma masyarakat masih sangat terasa. Bahkan seorang ibu dilaporkan melahirkan di tenda darurat karena takut kembali masuk ke dalam rumah setelah gempa terjadi.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bergerak cepat dengan menyiapkan ratusan tenda terpal, bantuan selimut, tenda portable, serta ratusan paket sembako untuk masyarakat terdampak. Pasokan air bersih juga akan didistribusikan setiap hari karena sejumlah sumber air warga tertutup material longsor.

“Yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat aman dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegas Anwar Hafid saat meninjau lokasi.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga mulai melakukan asesmen terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan untuk menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Di tengah berbagai agenda pemerintahan yang padat, kehadiran langsung Anwar Hafid di lokasi gempa menjadi simbol bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Saat warga masih dihantui trauma dan ketidakpastian, pemerintah hadir untuk memastikan mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.