RADARNASIONAL,MOROWALI – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, mendapat kunjungan istimewa dari Tim Penilai Lomba Tiga Pilar Tingkat Mabes Polri Tahun 2026. Tidak hanya meninjau sinergitas antara pemerintah desa, TNI, dan Polri, tim penilai juga mengunjungi destinasi wisata unggulan Pulau Langala yang menjadi salah satu ikon pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) tersebut didampingi langsung oleh Kasat Binmas Polres Morowali IPTU Mohammad Syaiful, S.H., dan Kapolsek Bahodopi IPDA Ewaldo Tasmi, S.Tr.K.

Tim penilai dari Korbinmas Baharkam Polri hadir untuk melihat secara langsung implementasi program Tiga Pilar yang dijalankan di Desa Fatufia. Desa ini menjadi wakil Polda Sulawesi Tengah setelah berhasil menjadi yang terbaik di Zona Tengah dan kini bersaing di tingkat nasional bersama perwakilan dari Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.
Dalam penilaian tersebut, Fatufia diwakili oleh Kepala Desa Fatufia H. Muhamad, Bhabinkamtibmas AIPTU Mohamad Abriansyah, dan Babinsa KOPKA Sumardin. Ketiganya memaparkan berbagai inovasi yang berhasil dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program yang menarik perhatian tim penilai adalah pengelolaan Wisata Pulau Langala. Destinasi bahari yang dikenal dengan keindahan alam dan pesona lautnya itu kini menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Selain wisata, Desa Fatufia juga menampilkan keberhasilan pemberdayaan UMKM masyarakat Suku Bajo melalui produksi ikan asap sebagai produk unggulan daerah. Program tersebut tidak hanya menjaga tradisi masyarakat pesisir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru yang bernilai jual tinggi.
Inovasi lainnya meliputi penyediaan kebutuhan sembako bagi perusahaan-perusahaan di kawasan industri PT IMIP, layanan transportasi laut menuju Pulau Langala, jasa transportasi darat dan rental kendaraan menuju Bandara Maleo, hingga pengelolaan usaha perikanan hidup seperti lobster, ikan kerapu, udang mantis, dan belut laut yang menjadi komoditas unggulan masyarakat.
Tim penilai menilai bahwa sinergitas Tiga Pilar di Desa Fatufia tidak hanya terlihat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi pembangunan ekonomi desa.
Keberadaan kawasan industri PT IMIP yang terus berkembang menjadikan Fatufia sebagai wilayah strategis dengan dinamika sosial yang cukup tinggi. Namun melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, berbagai tantangan tersebut mampu dihadapi dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan pemeliharaan keamanan yang berkelanjutan.
Keterlibatan aktif warga dalam berbagai program desa menjadi bukti bahwa model kolaborasi Tiga Pilar di Fatufia berjalan efektif dan mendapat kepercayaan masyarakat. Tidak hanya menjadi penjaga stabilitas keamanan, Tiga Pilar juga hadir sebagai penggerak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan warga.
Dengan berbagai inovasi yang ditampilkan, Desa Fatufia dinilai memiliki peluang besar untuk bersaing di tingkat nasional dan menjadi contoh kolaborasi ideal antara pemerintah desa, TNI, dan Polri dalam membangun desa yang aman, mandiri, dan sejahtera.
Pulau Langala, UMKM Suku Bajo, hingga berbagai usaha ekonomi produktif yang tumbuh dari desa menjadi bukti bahwa sinergitas Tiga Pilar mampu melahirkan pembangunan yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.








