Tenant IMIP Terapkan Teknologi Supercritical Boiler, Diklaim Tekan Emisi dan Tingkatkan Efisiensi Energi

oleh -338 Dilihat

RadarNasional,Morowali – Salah satu tenant di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), PT Qing Kota Metal (QKM), menerapkan teknologi Supercritical Boiler pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 380 megawatt (MW). Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus menekan emisi gas buang dan limbah hasil pembakaran.

Manajer Departemen Environmental PT IMIP, Yundi Sobur, mengatakan teknologi supercritical bekerja pada tekanan dan temperatur uap di atas titik kritis air. Sistem ini dinilai lebih efisien dibandingkan pembangkit konvensional karena mampu memanfaatkan panas pembakaran secara optimal tanpa melalui proses pendidihan dan pemisahan air serta uap yang berpotensi menyebabkan kehilangan energi.

“Teknologi ini memungkinkan efisiensi termal pembangkit mencapai 38 hingga 45 persen, lebih tinggi dibandingkan PLTU subkritis yang berada pada kisaran 33 hingga 39 persen,” kata Yundi, Selasa (30/6/2026).

Menurut dia, peningkatan efisiensi tersebut berdampak pada berkurangnya kebutuhan batu bara untuk menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang sama. Kondisi itu turut menekan emisi karbon dioksida (CO₂), sulfur dioksida (SO₂), nitrogen oksida (NOx), serta partikulat yang dihasilkan dari proses pembakaran.

Untuk mendukung pengendalian pencemaran udara, PLTU PT QKM juga dilengkapi sejumlah teknologi pengolahan emisi, seperti Flue Gas Desulfurization (FGD) untuk mengurangi emisi sulfur dioksida, serta Electrostatic Precipitator (ESP) dan Bag House Filter guna menangkap partikulat hasil pembakaran.

Yundi menyebutkan hasil pemantauan emisi pada semester II 2025 menunjukkan seluruh parameter masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 15 Tahun 2019. Tren serupa juga tercatat pada semester I 2026, dengan emisi sulfur dioksida, nitrogen oksida, partikulat, dan merkuri tetap berada di bawah ambang batas yang berlaku.

Selain mengurangi emisi udara, penerapan teknologi supercritical juga diklaim mampu menekan produksi limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) karena penggunaan batu bara menjadi lebih efisien. Proses pembakaran yang lebih optimal juga menghasilkan residu dengan kandungan karbon tak terbakar yang lebih rendah.

Menurut Yundi, penerapan teknologi tersebut merupakan bagian dari komitmen PT QKM dalam mendukung industri yang lebih efisien dan berkelanjutan, sekaligus memastikan operasional pembangkit listrik tetap memenuhi standar lingkungan yang berlaku.

“Dengan kombinasi efisiensi energi, teknologi pengendalian emisi modern, dan pengurangan limbah hasil pembakaran, kami berharap PLTU PT Qing Kota Metal dapat menjadi contoh penerapan pembangkit listrik yang lebih bersih dan berkelanjutan di sektor industri,” ujar Yundi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.