Dikebut Progres Preservasi Jembatan Sinorang Tembus 63,48 Persen, BPJN Sulteng Pastikan Rampung Sesuai Target

oleh -300 Dilihat

RADARNASIONAL,BANGGAI – Di balik suara pembongkaran beton, dan kesibukan para pekerja konstruksi, tersimpan sebuah misi memastikan masyarakat tetap dapat melintasi jalan nasional dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa khawatir. Itulah semangat yang kini diwujudkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah melalui pekerjaan Preservasi Jembatan Sinorang, salah satu jembatan vital di ruas nasional Batui–Toili–Rata–Baturube, Kabupaten Banggai.

Foto : persiapan pemasangan panel Full Depth Slab,

Jembatan yang selama ini menjadi urat nadi penghubung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tersebut kini tengah menjalani rehabilitasi . Pekerjaan dilakukan bukan sekadar mengganti bagian yang telah mengalami penurunan kondisi, tetapi membangun kembali kekuatan struktur jembatan agar mampu melayani masyarakat secara optimal untuk jangka panjang.

Foto : kondisi lapangan dari jembatan yang dikerjakan

Harapan masyarakat terhadap hadirnya infrastruktur yang lebih andal perlahan mulai terjawab. Hingga awal Juli 2026, progres pekerjaan telah mencapai 63,48 persen. Angka itu menjadi penanda bahwa proyek terus bergerak maju dan dikebut agar dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditetapkan.

Foto :proses pembongkaran lantai beton jembatan

Pekerjaan yang berada dalam Paket Preservasi Jembatan Batui–Toili–Rata–Baturube di bawah tanggung jawab PPK 3.4 BPJN Sulawesi Tengah kini memasuki salah satu tahapan paling krusial, yakni persiapan pemasangan panel Full Depth Slab, setelah seluruh proses pembongkaran lantai beton jembatan berhasil diselesaikan.

Tahapan ini menjadi titik penting dalam proses rehabilitasi karena akan menghadirkan pelat lantai baru yang lebih kuat dan mampu meningkatkan daya dukung struktur jembatan terhadap beban lalu lintas yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

PPK 3.4 BPJN Sulawesi Tengah, Muhajir, menjelaskan bahwa seluruh pekerjaan berjalan sesuai tahapan teknis yang telah direncanakan.

“Untuk progresnya, Jembatan Sinorang di Kabupaten Banggai saat ini sedang menjalani preservasi atau perbaikan menyeluruh dan telah memasuki tahap persiapan pemasangan panel Full Depth Slab setelah pembongkaran lantai jembatan selesai dilakukan,” ujar Muhajir, Jumat (10/7/2026).

Ia menegaskan, setiap tahapan pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan kualitas konstruksi agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

“Kami berkomitmen agar pekerjaan preservasi Jembatan Sinorang dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Saat ini progres pekerjaan telah mencapai 63,48 persen dan terus kami percepat dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, serta keselamatan pengguna jalan. Kami berharap masyarakat dapat mendukung proses pekerjaan ini dengan mematuhi pengaturan lalu lintas di lapangan, karena tujuan utama preservasi ini adalah menghadirkan jembatan yang lebih kuat, lebih aman, lebih nyaman, dan mampu melayani mobilitas masyarakat dalam jangka panjang,” tegas Muhajir.

Pekerjaan preservasi meliputi pembongkaran pelat lantai lama yang telah selesai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan panel Full Depth Slab sebagai lantai jembatan baru. Metode ini dipilih karena mampu meningkatkan kekuatan struktur, memperpanjang umur layanan jembatan, serta mengembalikan tingkat kemantapan infrastruktur sesuai standar teknis jalan nasional.

Keberadaan Jembatan Sinorang memiliki arti penting bagi masyarakat Kabupaten Banggai. Setiap hari, jembatan ini menjadi jalur utama yang menghubungkan aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga mobilitas masyarakat antarwilayah. Karena itu, menjaga keandalannya bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan investasi bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Namun di tengah proses rehabilitasi, BPJN Sulawesi Tengah juga mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tetap waspada saat melintasi lokasi proyek. Aktivitas pembongkaran, penggantian pelat lantai, hingga pemasangan struktur baru mengharuskan adanya pengaturan lalu lintas demi menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat.

Pengendara diminta mematuhi rambu-rambu sementara, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta bersabar apabila diberlakukan sistem buka-tutup arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung. BPJN juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi mengenai perkembangan proyek maupun rekayasa lalu lintas jika diterapkan.

Bagi BPJN Sulawesi Tengah, progres dari  keberhasilan preservasi Jembatan Sinorang bukan semata diukur dari selesainya pekerjaan fisik. Lebih dari itu, proyek ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kemantapan jalan dan jembatan nasional agar tetap menjadi penghubung yang aman, nyaman, dan andal bagi seluruh masyarakat.

Ketika pekerjaan ini rampung nanti, yang berdiri bukan hanya sebuah jembatan dengan struktur baru, tetapi juga simbol hadirnya negara dalam menjaga keselamatan perjalanan, memperkuat konektivitas antardaerah, dan memastikan roda perekonomian di Kabupaten Banggai terus berputar tanpa hambatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.