Bahodopi Darurat Keamanan: Imbauan Tak Lagi Cukup, Saatnya Jadi Sentral Patroli Kepolisian

oleh -324 Dilihat

RadarNasional,MOROWALI – Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan, hingga aksi main hakim sendiri di Kecamatan Bahodopi menjadi alarm serius bagi aparat penegak hukum. Imbauan kepada masyarakat dinilai tidak lagi memadai. Sudah saatnya kawasan industri terbesar di Sulawesi Tengah itu mendapat pola pengamanan yang lebih masif dengan menjadikan Bahodopi sebagai sentral patroli kepolisian.

Bahodopi saat ini bukan lagi sekadar kecamatan biasa. Dengan lebih dari 86.804 pekerja aktif di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), ditambah sekitar 45.434 penduduk terdaftar dan sekitar 16.705 tenaga kerja sektor pendukung, jumlah orang yang beraktivitas setiap hari diperkirakan telah melampaui 140 ribu jiwa. Ledakan aktivitas tersebut membawa konsekuensi meningkatnya potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Namun, di tengah pertumbuhan kawasan industri yang begitu pesat, kapasitas pengamanan dinilai belum sebanding. Jarak antara Bahodopi dan Markas Polres Morowali juga menjadi tantangan tersendiri dalam kecepatan respons terhadap berbagai tindak kriminal yang terjadi.

Maraknya aksi kriminal memunculkan pertanyaan besar. Apakah Bahodopi mulai menjadi sasaran para pelaku kejahatan, atau justru jumlah personel keamanan yang bertugas belum mampu mengimbangi pesatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi? Pertanyaan ini semakin menguat karena berbagai kasus kriminal terus bermunculan dalam waktu berdekatan.

Rentetan peristiwa tersebut di antaranya pengungkapan komplotan curanmor yang beroperasi di Desa Labota, aksi pencurian dengan kekerasan terhadap penjaga layanan keuangan, hingga dugaan pencurian kendaraan bermotor yang berujung pada pengeroyokan seorang pria berinisial S (33) di Desa Bahomakmur pada 25 Juli 2026. Dalam kasus terakhir, polisi kini menyelidiki dua dugaan tindak pidana sekaligus, yakni dugaan pencurian dan dugaan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Fenomena itu menunjukkan satu persoalan serius, yakni mulai menurunnya rasa aman di tengah masyarakat. Ketika warga merasa aksi kejahatan terus berulang, sebagian memilih mengambil tindakan sendiri. Kondisi ini sangat berbahaya karena bukan hanya berpotensi menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengganggu proses penegakan hukum.

Selama ini Polres Morowali beberapa kali mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan setiap pelaku kepada aparat. Kepolisian juga telah mengungkap sejumlah kasus pencurian. Namun, di mata sebagian masyarakat, keberhasilan tersebut belum cukup meredam keresahan karena aksi kriminal masih terus terjadi.

Dengan jumlah penduduk dan pekerja yang sangat besar, Bahodopi membutuhkan sistem pengamanan yang jauh lebih kuat. Penambahan personel, patroli selama 24 jam di titik-titik rawan, pos pengamanan yang representatif, hingga evaluasi terhadap kekuatan aparat menjadi kebutuhan mendesak agar keamanan kawasan industri tetap terjaga.

Keamanan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan investasi dan kehidupan masyarakat. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penguatan sistem pengamanan, bukan hanya angka kriminalitas yang berpotensi meningkat, tetapi juga risiko terulangnya aksi penghakiman massa yang dapat merenggut nyawa.

Bahodopi adalah jantung industri nasional. Dengan aktivitas ekonomi yang begitu besar, kawasan ini membutuhkan sistem keamanan yang sepadan. Imbauan semata tidak lagi cukup. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah kehadiran aparat yang lebih kuat, patroli yang lebih intensif, respons yang lebih cepat, serta evaluasi terhadap jumlah personel keamanan agar rasa aman benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.AD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.