HAUL KE-5 HABIB SAGGAF, ANWAR HAFID: JADIKAN ILMU PANGLIMA KEHIDUPAN

oleh -355 Dilihat
Screenshot

Radarnasional,SIGI – Ribuan jamaah memadati Kompleks Pondok Pesantren Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (8/8/2026), untuk menghadiri Haul ke-5 Alhabib Saggaf bin Muhammad Aljufri.

Haul tersebut tidak sekadar menjadi momentum mengenang sosok ulama kharismatik yang telah wafat, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali menghidupkan nilai, nasihat, dan perjuangan yang diwariskannya.

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mengajak seluruh murid, pencinta, dan keluarga besar Alkhairaat untuk terus melanjutkan perjuangan Habib Saggaf, terutama dalam membangun kehidupan yang berlandaskan ilmu dan pendidikan.

Menurut Anwar Hafid, salah satu warisan terbesar Habib Saggaf adalah keteladanan dalam menempatkan ilmu sebagai fondasi utama kehidupan.

“Habib Saggaf telah memberikan contoh yang sangat tinggi, yaitu betapa ilmu menjadi panglima bagi kehidupan kita. Mari kita jadikan ilmu sebagai panglima untuk melakukan perubahan besar dalam kehidupan, termasuk membawa daerah yang kita cintai ini ke arah yang lebih baik,” ujar Anwar Hafid.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengenang pertemuan pertamanya dengan Habib Saggaf sebelum dirinya maju dalam Pilkada untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Morowali.

Saat itu, Anwar Hafid datang untuk bersilaturahmi sekaligus berharap mendapat doa dari Habib Saggaf. Namun, sebelum sempat menyampaikan maksud kedatangannya, sebuah pesan justru disampaikan Habib Saggaf ketika Anwar hendak berpamitan.

“Setelah pilkada kita urus Alkhairaat,” kata Habib Saggaf kala itu.

Pesan singkat tersebut, kata Anwar, menjadi kenangan yang terus melekat hingga kini.

Ia mengenang Habib Saggaf bukan hanya sebagai ulama besar, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki pandangan moderat serta perhatian luas terhadap ilmu pengetahuan, pendidikan, pemerintahan, dan pembangunan daerah.

“Habib Saggaf telah meninggalkan kita, tetapi beliau masih terus ada dalam kehidupan kita melalui ilmu, nasihat, dan perjuangan yang beliau wariskan,” ungkapnya.

Anwar pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan memperkuat Alkhairaat agar terus berkembang dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi bangsa dan negara.

“Mari kita bergandengan tangan menjadikan Alkhairaat sebagai salah satu lembaga pendidikan terbesar di Indonesia. Mudah-mudahan dengan dukungan pemerintah, dunia usaha dan seluruh masyarakat, Alkhairaat menjadi kekuatan besar bagi Republik Indonesia,” pungkasnya.

Haul ke-5 Habib Saggaf turut dihadiri Ketua Umum PB Alkhairaat Dr. H.S. Mohsen Aliydrus, M.M., Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah Ir. Hj. Sry Nirwanti Bahasoan, para habaib dan ulama, jajaran Forkopimda, kepala OPD lingkup Pemprov Sulteng, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kepergian seorang ulama tidak serta-merta menghapus pengaruhnya. Ilmu, keteladanan, dan perjuangan yang ditanamkan justru menjadi amanah bagi generasi berikutnya untuk diteruskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.